My story

Tak selamanya hidup ini seperti yang kita rencanakan dan yang kita mau. Terkadang kita harus mengalah demi suatu kenyataan. Tersadar akan sebuah konsekwensi hidup ini mulailah aku untuk bisa menerima kenyataan ini.

Motivasi apa si yang membuat kamu ingin kuliah S2 di luar negeri? Bukannya di Indonesia juga ada? Begitulah pertanyaan yang selalu ditanyakan beberapa sahabatku. Bener juga si pertanyaan mereka, sebenarnya motivasi apa si yang membuatku ingin kuliah S2 di eropa. Akankah rasa tidak ingin dikalahkan? Rasa ingin menunjukkan pada orang lain bahwa aku bisa kuliah lagi? Atau ada hal ini.

Tempat kerjaku saat ini memang menuntutku untuk kuliah S2. Sebagai seorang peneliti, memang haruslah mempunyai ilmu, berwawasan luas, berpikiran ke depan, mau menerima perubahan, dan selalu membuat penelitian yang dapat memajukan ilmu pengetahuan dan berguna buat masyarakat. Bener ga si seperti itu? Inginnya si menjadi seorang peneliti yang sangat baik, pintar dan dapat berguna buat masyarakat. Tapi terkadang terbentur oleh realita kehidupan yang sangat jauh berbeda. Iri juga si rasanya mendengar cerita mas Adrian tentang kehidupan seorang penliti di Jerman. Rasanya pengen sebentar saja merasakan hal itu. Tapi sepertinya mimpi saja, walaupun terkadang kenyataan itu merupakan bagian dari sebuah impian.

Hampir setahun ini aku menjadi penanggung jawab proyek penelitian. Ingin memulai dengan idealisme penelitian yang selalu bermain dalam pikiranku. Namun kaki ini seakan-akan ada yang membebaniku. Rasanya aku hanya nama di proyek itu, ga mempunyai kekuasaan untuk mengeluarkan ide maupun topic. Setiap kali aku mencoba mengatakan selalu saja di kritik. OK lah kalau kritikan itu membangun, namun terkadang kritikan itu malah membuatku susah untuk memulai. Aku sadar kalau proposal penelitian tahun ini bukan hasil karyaku. Namun aku ingin membangun penelitian ini sebagai bahan awal penelitian S2 ku kelak. Dengan ide-ide yang ada dikepalaku dan hasil diskusi dengan profesorku pastilah hasilnya akan lebih bagus. Namun terkadang masih saja orang tidak percaya dengan kemampuanku. Apa memang personalityku yang ga bagus ya? Entahlah. Mungkin hanya waktu yang akan menjawabnya.

Aku sudah merencanakan tahun depan mau membawa kemana kelompok penelitian ini. Aku ga ingin tergantung sama satu orang. Dan hal itu telah aku bicarakan dengan keempat teman lab ku. Mereka pun setuju. Akhirnya saat diminta kantor untuk membuat proposal penelitian, aku minta semua orang membuat rencana penelitian masing-masing dengan tema yang telah ditentukan. Alhamdulilah semua orang mau, dan mereka mengerjakan dengan senang. Aku hanya ingin semua merasa memiliki hak untuk melakukan penelitian tahun depan sesuai dengan keinginan mereka, tanpa harus aku yang menyuruh. Dan mereka mempunyai kesadaran sendiri untuk memulai, mencari, bahkan menulis laporan.

Sebenarnya yang aku pengenin di kantor ini adalah membangun lab baru ini ke depan menjadi satu lab yang maju di bidang ketekniksipilan. Dengan sumber daya manusia yang bisa diajak maju dan berpikiran yang luas, InsyaAllah akan bisa memajukan kantor ini dan LIPI sebagai institusi kami. Namun itu ga bisa dengan mengandalkan satu orang professor saja, haruslah semua yang menjadi anggota lab ini juga mempunyai keinginan seperti itu. Namun untuk menjadi lab yang bagus kan perlu pengalaman yang banyak kan. Dan relasi serta pola pikir yang kedepan. Mencoba mencari donator yang mau membiayai riset kita kan. Dan selalu up date penelitian apa yang berkembang saat ini. Bukan hanya menanti dana dari pemerintah saja, kemudian melakukan penelitian yang biasa-biasa saja. Terus idenya juga dari orang lain. Ga pernah baca paper dari luar yang terus saja berkembang. Dengan alasan kendala di bahasa. So kalau tahu bahasa yang menjadi masalah kenapa ga belajar?

Seneng juga si mempunyai teman lab seperti Aan, Dany dan Luna. Dimana mereka berasal dari keluarga yang tahu arti pendidikan. Mau belajar lagi, mulai mencari ide penelitian dan ingin kuliah S2 ke luar negeri pula. Mempunyai wawasan penelitian yang sangat bagus. Akhirnya aku punya teman yang 1 ide. Setelah sekian lama ide-ide yang ada dikepalaku selalu dihentikan dengan terpaksa hehehehe. Sudah lama aku mencoba mengajak mereka ngobrol, terus mencari solusi ke depan lab kita mau dibawa kemana. Dan mereka memberikan ide-ide segar yang luput dari pemikiranku.

Aku tahu gimana rasanya ide-ide kita ga dianggap, sekian lama terpendam dan ga pernah ada di follow up, yang akhirnya membuatku hampir frustasi dan ingin keluar dari kantor ini. Sayang si, tapi kan ga enak rasanya kalau kita hanya dianggap sebagai orang kedua dan tidak diberi kebebasan dalam berpikir. Mahal kan harga sebuah kebebasan itu.

Gatahu nih tahun depan penelitian ini akan ke mana. Kalau masih aku yang pegang, InsyaAllah aku masih mampu mengendalikan dan akan membuat perbedaan dengan hasil-hasil tahun lalu. Karena DIPA 2009 ini merupakan hasil karya semua anggota lab, tanpa terkecuali. Hasil ide-ide baru dari anggota lab yang notebene mereka masih anak baru tapi dah bagus banget ide-ide mereka. Tinggal aku ngasih tahu aja caranya gimana agar bisa dipublish, nyari paper yang berhubungan dengan penelitian mereka dan membantu mereka membuat rencana penelitian. I hope I can do it next year. Tanpa bimbingan secara langsung dari kepala lab kami (yang sekarang jadi kapus pusinov) kami ingin membuktikan bahwa kami bisa dan mampu melakukan penelitian. Cukup dengan diskusi lewat email atau pertemuan yang diadakan sesekali (sesempat beliau) kami sudah merasa nyaman. Yang pasti kami bisa merasa menikmati penelitian yang telah kami ajukan.

Akankah impianku tentang lab ini akan terwujud? Aku gatahu, tapi aku akan mencobanya. Walaupun aku akan menghadapi kritikan yang tajam, tapi buatku ini yang terbaik buat lab ku. Karena aku yakin kami mempunyai anggota-anggota yang tangguh. Seandainya tahun depan aku harus melepas proyek ini, aku hanya bisa berharap apa yang aku rintis saat ini tidak hilang. Aku harap dengan penanggungjawab proyek yang baru akan membawa proposal DIPA 2009 menjadi lebih baik lagi

Saat ini yang menjadi focus utamaku adalah mencari beasiswa S2 ke luar negeri. Entah di eropa, jepang, Australia ataupun UK. Yang penting aku bisa mendapatkan pengalaman penelitian, mempunyai jaringan dan mendapatkan ilmu yang bagus. Tanpa itu aku ga bakalan berarti di kantor ini dan akan selalu menjadi orang kedua di kantor ini. Ga bisa lagi mengeluarkan ide-ide ku lagi, terkekang dengan aturan orang. Hal yang ga mau aku alami lagi.

Bukannya aku mau mencari kedudukan, tapi aku hanya ingin mencari kesenanganku dalam penelitian saja. Materi mungkin akan aku cari ditempat lain, tapi di kantor ini aku hanya ingin memajukan lab baru ini sebagai ucapan terimakasihku pada kantor ini yang telah memberikan aku kesempatan untuk berkembang. Jadi kelak jika aku keluar dari kantor ini aku tidak merasa bersalah hehehehe..Semoga ending nya menjadi indah..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s