What wrong with me????

Jalan panjang dan terjal barusan aku lewati, akankah panjang perjalanan ini? Mampukah aku berjalan sampai ujung jalan sana? Ya Allah hanya dengan- Mu lah aku bisa bertahan sampai detik ini. Jika ada jalan lain yang Engkau persiapkan buatku, ijinkan aku melaluinya..

Baru beberapa hari ini aku masuk kerja, setelah hampir 2 minggu aku pulang ke Jogja. Tapi rasanya ingin kembali lagi kerumah, rumah yang damai dan tenang. Bertemu dengan mas Joko dan kedua orang tuaku adalah hal yang sangat aku rindukan dan aku inginkan. Memang benar bahwa rumah adalah tempat kita melepaskan beban yang telah menumpuk di dalam hati ini dan membuat kita merasa bebas dari beban yang menghimpit ini. Tapi hidup memang harus terus berjalan dan apapun kendalanya serta hambatannya kita harus melewatinya. Makasi Allah Engkau berikan aku sebuah keluarga yang selalu mendukungku dan memberiku kekuatan disaat aku lemah.

Sebenarnya sudah lama dan sering aku dengar pertanyaan-pertanyaan dari beberapa teman kantor, dulunya aku sering tanggapin tapi belakangan aku gamau lagi. Mendengar pun aku gamua, kalau bisa aku menghindari ucapan ataupun cerita dari beberapa temanku. Aku ga mau ada konflik di kantor, aku hanya ingin tenang di kantor.  Pertanyaan yang sering terlontar itu antara lain : Kenapa kamu ga deket lagi ama dia? Kenapa sekarang terlihat jauh? Kalian ada masalah ya?

Ehm.. Kalau nanya ke aku, 1 jawaban yang pasti ga ada masalah apapun dengan dia. Kalau emang aku terlihat ga seperti dulu yang kemana-mana bareng terus sekarang ga.. Aku ga bisa jawab kenapa, yang pasti saat ini aku lebih konsentrasi ke aplikasi beasiswaku, mempersiapkan semua berkas dan mencoba mencari profesor yang ingin membimbingku. Itu saja. Kalau ada waktu luang aku lebih suka belajat TOEFL, baca paper dan browsing profesor. karena hanya dengan cara itu aku dapat meraih mimpiku.

Aku ga ingin menyia-nyiakan waktuku untuk sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan mimpi besarku. Tahukah kalian bahwa impianku itu dah dekat sekali, dan aku ga ingin melepaskannya walau sedetikpun. Mungkin kalian tidak tahu betapa beratnya perjuanganku membangun mimpiku. Betapa sering mata ini menangis dan berkeluh kesah dengan Allah. Aku hanya ingin meraih dan mewujudkan impianku saja. Apakah salah yang aku lakukan saat ini?

Kenapa mesti nulis status YM seperti itu, seolah-olah pengumuman ke seluruh dunia kalau dia punya profesor? Kenapa dia ga cerita kalau dia dapat profesor, secara aku teman dekatnya? Kenapa dia sering terlihat bahagia dan senyum-senyum sendiri sedangkan aku yang ada disebelahnya sedang sedih? Kenapa dia sekarang cuek dan ga perhatiin aku lagi seperti dulu lagi? kenapa dia hanya diem saja? Kenapa dan kenapa? Begitu banyak pertanyaan yang selalu dilontarkan kepadaku. Aku ga mungkin menjawab setiap pertanyaan yang selalu ditujukan padaku itu.

Mungkin hanya lewat blog ini aku bisa menjawabnya. Aku begini karena hanya ingin meraih impianku. Bukankah hal yang wajar jika aku mendapatkan professor, secara aku ingin ambil S2 di luar negeri? Bukankah reaksi yang wajar jika aku bahagia bisa mendapatkan balasan email dari profesor yang bersedia menjadi pembimbingku dan bersedia meluangkan waktunya untuk diskusi denganku? Terus yang salah apa dan dimana? Kalaupun aku ga peduli dan terlihat cuek, itu karena yang manjadi prioritasku saat ini adalah mencari dan mendapatkan beasiswa, bukan lagi maen-maen. Kalau dibilang cuek juga ga cuek-cuek banget ko. Buktinya aku masih membantu teman dan sahabat-sahabatku saat mereka datang ke aku dan menceritakan masalahnya. Aku hanya ga mau terlalu terlibat dan ga mau tahu urusan orang. Itu saja.

Terserah saja orang mau bilang apa, yang pasti aku hanya ingin membuat hidupku jadi indah dan berharga untuk diceritakan pada semua orang suatu hari nanti. Saat ini hanya Allah, orang tuaku, kakak-kakakku dan beberapa sahabat terbaikku yang tahu apa mauku. Ini hidupku dan aku berhak menentukan arah hidupku. Bukan orang lain yang mendikteku.

Mungkin bagi beberapa orang sikap dan perbuatanku itu adalah egois dan mau menang sendiri, tapi ga juga si menurutku. Aku heran aja kenapa masih ada orang yang suka mencari-cari kesalahanku. Selama ini aku hanya diem dan diem, tapi bukan berarti aku harus mengalah dan mengikuti maunya orang. Tapi karena aku hanya ingin berdamai dengan keadaan.

Aku pernah janji pada 2 orang bahwa setahun ini akan aku usahakan sekeras mungkin dan sesegera mungkin untuk tidak berada lagi di lingkungan ini. Ijinkan aku setahun ini mencari beasiswa dan doakan aku tahun depan mendapatkannya sehingga keberadaanku disini hanya sesaat. Karena keberadaanku saat ini telah mengganggu seseorang yang kalian sayangi. Janji itu masih aku ingat dan aku pegang sampai kapanpun.

Salahkah aku jika ingin kuliah S2? Salahkah aku jika gembira di saat menerima balasan email dari profesor di Curtin? Curtin adalah kampus yang ingin aku masukin, mendapatkan balasan email dari profesor disana itu adalah yang aku harapkan. Sering pakai headset didepan laptop salahkah? Tahu ga sih apa yang aku kerjakan? Baca paper, browsing paper, bikin proposal riset, balas email profesor, diskus ama mas Udin dan mas Joko, benerin aplikasi ADS, dan belajar toefl. Aku bukan hanya chatting yang ga jelas, terus buka website yang ga penting juga. Bukan pula ngerumpi ataupun mengerjakan pekerjaan yang ga jelas. Tapi memaksimalkan usahaku yang sudah lama aku tempuh. Kalaupun ingin tahu apa yang aku kerjakan, kenapa ga nanya langsung. Kenapa mesti berfikir negatif tentang apa yang aku lakukan?

Soal status YM, aku nulis status yang biasa aja. Status yang menggambarkan keinginanku.  Kalaupun statusku diartikan sebuah pengumuman, apakah salah jika aku nulis seperti itu? Kalau pengumuman itu diartikan berita yang bagus, bukankah kita senang mendengarnya? Kenapa mesti mencari kesalahan orang lain yang tidak menceritakan  berita bahagia itu? Memangnya harus jadi orang pertama ya yang mendengar berita bahagia itu?

Yang aku minta hanya satu, berilah aku sedikit ruang privasi….

3 thoughts on “What wrong with me????

  1. Trias, sometime you must choose your life. Impian lo buat kuliah S2 tinggal beberapa langkah lagi, Apakah lo mau nyerah begitu saja hanya karena omongan orang? Lo ga ingat berapa lama waktu yg lo butuhin buat mencapai semua ini. Berapa banyak yang sudah lo korbanin? Waktu, tenaga, uang dan hati lo.. Akankah sia-sia saja pengorbanan lo selama ini. Masih ingat janji lo 8 tahun yang lalu? Janji lo untuk nemuin gw di Berlin. Gw masih pegang janji itu dan gw minta tepatin janji itu..

  2. Dear mba trias,
    Udah lama gak ngobrol nih =). But it’s not a big deal 4 me, cause i know what you are fighting for. Keep going sis, don’t give up. Tapi aku selalu jd pembaca setia blogmu lho, krn aku jd tahu apa yg lg terjadi sm kamu, lg bahagia or lagi sebel. =)
    Ternyata masih jd permasalahan to… kirain udah kelar =P
    One thing that u should keep in your mind…. u have a better chance to take master degree than me (u know what i mean). So, don’t waste it for something unimportant okay.

  3. @mas Adrian
    Iya mas, masih ingat ko.. Thanks for tiket Laskar Pelangi – nya. I hope I could meet you as soon as possible in Berlin. But If I can not meet you, I am sorry. I always try to apply euope scholarship. Pray me to the best.

    @ bu Ika
    Maybe I have a better chance to take master degree, but you know I have a lot of problem to get it. something happen because a reason. Allah always beside us and Allah know what is the best for us. Keep always your dream, and make it a beautiful moment for you life. I miss Iqbal hehhee..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s