My special brothers

Punya kakak pasti menyenangkan bukan? Ya seperti itulah yang aku rasakan. Mempunyai seorang kakak cowok yang bisa melindungi, menyanyangiku, membantuku dan selalu ingin membuat adiknya bahagia. Sungguh sangat bersyukur aku mempunyai kakak seperti mas Joko. Kakak yang bisa aku banggain kapanpun dan dimanapu. Makasi Allah Engkau berikan aku seorang kakak yang baik banget.

Mas Joko adalah kakak kandungku yang selalu menginginkan adiknya bahagia dalam hidupnya. Tak terkira sudah banyak sekali pengorbanan mas Joko buatku. Disaat awal-awal kerja, mas Joko dah bantu aku untuk membiayai sebagian biaya kuliahku selama 2 tahun. Udah gitu disaat aku KKN, KP, nyusun Tugas Akhir, Wisuda bahkan saat pertama kali dipanggil wawancara ke Jakarta , mas Joko lah yang membantuku. Mungkin tanpa mas Joko aku ga pernah menjadi seperti ini. Untuk pekerjaan yang aku dapatkan saat ini pun, yang ngasih tahu mas Joko. Ya Allah, mungkin aku ga bisa membalas kebaikannya saat ini. Tapi kelak aku akan membalasnya. Lewat mas Joko lah semua karunia Allah, aku terima.

Dan sampai saat ini, aku masih selalu meminta bantuannya. Untuk nyari beasiswapun, aku masih memerlukan bantuannya. Setiap aku nulis essai untuk apply beasiswa, nulis motivation letter, nulis rencana pekerjaan, ngisi form aplikasi beasiswa aku masih meminta bantuannya untuk menggoreksi tulisanku. Banyak banget diskusi-diskusi tentang mencari beasiswa kami lakukan. Bahkan curhat-curhat tentang masalah yang aku hadapi selalu saja ditanggapin, bahkan selalu dinasehatin. Kalau aku salah selalu dimarahi. Bener-bener seorang kakak yang baik.

Selain mas Joko aku juga punya seorang kakak lagi. Namanya Nur Udin, biasa dipanggil mas Udin. Orangnya juga baik banget lho. Seperti kakak sendiri. Kalau balik ke jogja selalu mampir ke rumah. Wuih kangen nih ma mas Udin. Sabar, InsyaAllah maret tahun depan mas Udin balik dari Korea (kalau balik lho hehhee). Jadi ingat saat pertama kali ke Jakarta naik pesawat, aku dijemput mas Udin dibandara. Bukan di tempat penjemputan lho, ini spesial banget. Aku dijemput dibawah pesawat, pasti nanya kan mas Udin ko bisa masuk sampai situ. Karena waktu itu mas Udin kerja di Mandala, jadi bisa jemput aku di bawah pesawat. Udah gitu mas Udin sampai2 minta ijin untuk nganterin aku wawancara, traktir makan aku pula. Ngajak keliling jakarta naik busway dan nganter aku ke kost ponakannya. Baik banget deh mas ku ini. Ga sampai disitu aja, di saat aku keterima kerja di LIPI Cibinong, dialah yang nenggok aku. Bawain baju dari jogja pula. Ehm ga bakalan aku lupain selamanya. Suka ngasih nasehat-nasehat yang bagus. Nah kalau sekarang ini, mas Udinlah yang selalu menyemangatiku untuk apply beasiswa. Bahkan kami berencana ketemu di Eropa lho (Semoga Allah mengabulkan). Dari mas Udin pulalah aku bisa dapat 3 profesor di Australia.  Dia ga segan-segan ngasih contoh CV dan email buat professor.

Dari kedua kakakku inilah aku banyak mendapatkan pelajaran. Dari mas Udin aku belajar membantu dan mewujudkan impian orang terdekat kita. Mas Udin lah yang mengajarkan aku untuk membantu orang lain meraih mimpinya. Ya, mas Udin yang notabene bukan kakak kandungku, ternyata membantuku banyak hal. Membantuku meraih mimpi-mimpiku. Ga iri dengan keberhasilan orang lain, kalaupun iri malah membuat kita bersemangat untuk dapat seperti orang itu. Bukannya menyalahkan, dan mencari-cari kesalahan orang lain. Dari mas Joko aku mendapatkan banyak pelajaran. Berbuat baiklah pada setiap orang, karena yang akan menerima balasannya adalah orang terdekat kita, bisa orang tua atau saudara kita. Selama ini aku yang selalu menerima kebaikan dari teman-temannya mas Joko. teman-teman yang sudah dibantu mas Joko. Aku jadi ingat persahabatan 14 orang teman-temannya mas Joko. Mereka saling mendukung sahabat-sahabatnya, membantu kesusahan dan kesulitan diantara mereka. Mereka berusaha untuk bisa sukses semua, menarik teman-temannya untuk bisa menikmati apa yang mereka dapatkan. Landasan persahabatan yang bagus dan indah. Andaikan saja aku mempunyai persahabatan seperti persahabatan yang dimiliki mas Joko, pasti hidup ini menyenangkan sekali.

Mas Joko dan mas Udin lah yang membuat aku bersemangat untuk bisa nyari beasiswa S2. Menempaku dengan berbagai cara agar aku selalu nyoba dan nyoba apply beasiswa. Meyakinkan aku bahwa aku mampu untuk mendapatkannya, mendekatkan aku dengan mimpi-mimpiku, mendoakan aku agar bisa berhasil seperti mereka. Ya, aku patut bersyukur mendapatkan lingkungan yang mendukungku untuk maju. Mempunyai kakak-kakak yang berhasil mendapatkan beasiswa S2 di luar negeri, itulah yang diiriin oleh mbak Fitri (teman kostku). Mbak Fitri selaku bilang padaku betapa beruntungnya aku hidup dikelilingi orang-orang yang optimis terhadap masa depan, pintar dan berhasil mendapatkan beasiswa keluar negeri. Karena dengan lingkungan yang mendukung itu maka tak ada kondisi yang bisa mencegah kita mendapatkan mimpi-mimpinya.

Mbak Fitri memang bener, seandainya saja aku ga mempunyai mas Joko dan mas Udin, mungkin cara berfikir dan bersikap ku akan berbeda dengan saat ini. Merekalah yang memberiku pengaruh yang sangat besar, disaat aku merasa bahwa aku ga bisa dapatin beasiswa. Merekalah yang terus menyemangatiku untuk bangkit, membantuku mencari jalan keluarnya, mendorongku untuk maju, memberikan ilmu-ilmu dan wawasan mereka untuk mengajakku berlari meraih mimpi-mimpiku. Semua ilmu yang aku dapatin dari kedua kakakku bukan buat aku sendiri, tetapi selalu dan selalu aku bagi buat siapapun yang saat ini sama-sama berjuang mencari beasiswa. Dan salah satunya adalah mbak Fitri, dengan sedikit pengaruh dan dorongan akhirnya mbak Fitri dapat meraih beasiswa ADS 2008. Aku sangat puas banget bisa melihat kebahagiaan yang terpancar dari wajah mbak fitri. Mbak ini hasil yang terbaik buat mu dari Allah, setelah sekian lama kamu berjuang. Selamat ya. Mungkin aku akan ngikutin jejakmu tahun depan. I hope so hehehe.

Saat ini aku sangat yakin dan percaya, bahwa seorang kakak adalah orang yang selalu ingin melihat adiknya bahagia. Apapun akan dilakukan seorang kakak untuk adiknya. Seorang kakak ga akan menjerumuskan adiknya, seorang kakak akan selalu membantu adiknya meraih mimpi-mimpinya, seorang kakak ga akan menyakiti adiknya, seorang kakak ga akan menjelek-jelekan adiknya, seorang kakak ga akan memusuhi adiknya. Ini berlaku bukan hanya berlaku untuk kakak kandung tapi juga berlaku buat kakak-kakak yang lain.

Makasi Allah Engkau berikan aku mas Joko dan mas Udin ke dalam hidupku. Aku bisa merasakan kasih sayang seorang kakak yang sebenarnya. Buat mas Joko dan mas Udin, makasih banget atas semua pelajaran,pengalaman hidup, dan kasih sayang kalian. Aku bangga bisa menjadi adik kalian. Kalian emang bisa aku banggain. Buat mas Joko : Selamat ya udah jadi dosen di Universitas Brawijaya malang. Semoga selalu dilindungi Allah, diberkahi Allah dan selalu bahagia. Buat mas Udin : semoga cepat selesai S2 nya, semoga di Korea betah ya, tinggal bentar lagi ko pulangnya. Jangan lupa bawain aku oleh2 dari korea ya hehhee. O iya , makasi ya mas Joko dah bawain aku 3 boneka dari Australia. Ga sabar nih liat bonekanya ehhhee..

One thought on “My special brothers

  1. Senangnya baca ceritamu….
    Sukses buat beasiswanya, semoga Allah memberikan yang terbaik =).
    Trims krn udah kasih semangat buatku u daftar beasiswa juga, walaupun blm bisa terlaksana =P.
    Insya Allah bakal coba lagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s