Sebuah pemahaman tentang tujuan hidupku

Sebuah buku sudah memberikan aku sebuah inspirasi buat mewujudkan impian terbesarku. Kadang aku berpikir apa si yang aku kejar. Terkadang aku juga iri dengan teman-temanku yang bisa santai menikmati hidupnya, bermain dan menghabiskan waktunya untuk bersenang-senang. Sedangkan aku, disini masih saja berkutat dengan TOEFL, bahasa german, nulis essai, nulis paper, penelitian, bikin proposal riset, nyari kampus, email profesor, baca paper, mencari info tentang beasiswa, mengisi aplikasi beasiswa, bolak-balik ngirim aplikasi dan yang pasti berdoa. Kadang rasa ini lelah, capek bahkan mungkin hampir putus asa. Namun ternyata Allah selalu ga mengijinkan aku untuk nyerah. Dia tahu kapan waktunya negur aku untuk kembali mengejar mimpiku. Dia datangkan semua teguran-Nya itu lewat teman, sahabat, kakak, ayah, bunda, buku, email, dan komen orang-orang di blogku.

Seperti kali ini, Allah negur aku lewat seorang teman yang meminjamkan sebuah buku padaku. Sebuah buku mengenai keliling eropa selama 6 bulan yang dilakukan oleh seorang cewek dengan menjadi seorang backpaker. Di buku itu dia bercerita mengenai pengorbanan dia selama 2 tahun terakhir untuk bisa mewujudkan mimpinya keliling eropa sebagai kado kelulusan dia dari ITB. Sebuah pengorbanan yang sangat besar. Disaat teman-temannya berlomba-lomba memimpikan laptop, HP baru, PDA, mobil, atau rumah, dia memimpikan sebuah perjalanan keliling eropa. Dan bagi dia dengan keliling eropa dia bisa mendapatkan semua yang tidak akan pernah teman-temannya dapatkan. Dia mempersiapkan itu selama 2 tahun. Seandainya aku bisa mendapatkan semangat seperti dia?

Dan hari ini aku pun mulai berpikir kembali dengan langkah yang akan aku ambil. Seandainya saja aku bisa dapatin beasiswa ke eropa (entah itu lewat STUNED, DAAD, NORAD, NFP, atau pakai jalur riset) aku pasti bisa keliling eropa. Bertemu dengan orang-orang yang aku sayangi, memenuhi janjiku pada mereka dan yang pasti aku bisa jadi seorang backpaker. Dan semua pengalaman aku menjadi backpaker akan aku ceritakan pada anak cucuku kelak. Dan cerita itu pasti lebih menarik daripada sekedar cerita mengenai laptop, hp, PDA, mobil atau rumah.

Eropa.. tunggu aku setahun lagi. Aku dah tahu langkah dan tahapan yang wajib aku ikuti saat ini. So I can get it soon. Biarlah saat ini teman-temanku bermimpi bisa dapatin mobil, rumah, HP yang paling canggih sekalipun, PDA atau barang elektronik lainnya. Aku hanya ingin satu saja yaitu aku dapatin beasiswa ke eropa sehingga aku bisa jadi backpaker keliling eropa. Pasti akan banyak sekali pengalaman yang akan aku dapatkan. Dan tentunya juga akan mengubah mindset ku, menambah pengalaman dan memperkaya wawasanku.

Thank for mbak Fitri atas bukunya, yang sudah menambah semangatku. If I can go to Europa, keep your promisse to visit me at Europa.

4 thoughts on “Sebuah pemahaman tentang tujuan hidupku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s