Dapatkah hidup ini merubah seseorang?

Hidup memang ga bisa ditebak, terkadang aku ingin lari dari kehidupan ini. Bosan banget kalau tiap hari harus mendengar keluhan-keluhan dan sikap orang yang tidak mau mengerti hak orang lain. Apakah memang hidup ini selalu diisi dengan keluhan-keluhan? Tidak bisakah kita berhenti mengeluh walaupun hanya 1 menit saja?

Disini aku ga mau menghakimi orang, aku cuma ingin menuangkan apa aja yang ada dipikiranku sekarang. Memang aku akuin semua orang itu pasti punya masalah, entah masalah besar ataupun masalah kecil. Tapi aku yakin kalau semua masalah yang kita hadapi itu berasal dari diri kita dan Allah. Dan jika masalah itu datang dari Allah, maka itu merupakan ujian bagi keimanan kita. Dan aku yakin cobaan itu mampu kita hadapi, dan ga mungkin Allah akan menguji/memberi kita cobaan melebihi kekuatan kita.

Kita hidup di dunia ini bersama-sama dengan makhluk lain, ada manusia, hewan dan tumbuhan. Bahkan mungkin dengan malaikat ataupun makhluk2 yang blom pernah kita lihat hehehe. Bukannya menakut-nakuti lho, tapi memang seperti itu kan hehehe. Kita ga mungkin bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Karena kita adalah makhluk sosian (jadi ingat dengan pelajaran SMP hehehe).

Kalau mau jujur ni, pasti kita pernah merasakan ga enaknya kerja, sekolah ataupun berteman dimana ada seorang dari rekan kerja kita, teman 1 kelas ataupun sahabat kita yang mulai bertingkah aneh-aneh. Aneh gimana tho? Ya aneh aja, bagaimana ada seorang teman kita yang inginnya jadi pusat perhatian. Kalau dia punya masalah semua orang harus memikirkannya, kalau dia punya pendapat semua orang harus mengikutinya. Ehm pasti ga tahan kan punya teman seperti itu. Ko ada orang seperti itu ya? Yaiyalah pasti ada, karena setiap individu itu dididik dengan pola asuh yang berbeda, sehingga akan membuat karakter orang-orang itu berbeda. Terkadang aku juga bingung dengan arti sebuah kedewasaan. Orang seperti bagaimana si yang bisa dianggap orang itu dah dewasa? Apakah dengan semakin bertambahnya umur, maka orang itu dah bisa dianggap dewasa? Trus batasan umurnya berapa? 25 tahun, 30 tahun, 40 tahun atau 60 tahun? Tapi sepengetahuanku ni masih ada juga tuh orang-orang yang telah berumur diatas 30 tahun tapi sikap dan perbuatannya masih kekanak-kanakan. Tidak mempunya tujuan hidup, tidak mempunyai impian yang ingin dicapai. Apa umur tidak bisa menjadi patokan kedewasaan? Jadi standard kedewasaan itu seperti apa ya?

Menurutku ni, kedewasaan itu tergantung dari pola pikir, wawasan, sikap dan perbuatan. Faktor utama ya tetap aja pola pikir dan wawasan. Pola pikir bisa berkembang dengan bertambahnya pengalaman hidup dan cara menyikapi kejadian-kejadian yang dia lihat ataupun yang terjadi pada dirinya. Selain itu pengalaman orang juga bisa menjadikan pelajaran bagi kita semua. Wawasan bisa berkembang dengan seringnya kita membaca buku, berteman dengan orang-orang yang pintar. Satu lagi pengaruh teman, teman adalah faktor utama yang membuat kita bisa menjadi orang yang bijaksana atau ga. Bener deh lingkungan lah yang membuat kita bisa menjadi orang baik, dewasa atau ga. Jadi kedewasaan itu bermula dari cara kita bersikap, bertutur kata dan berbuat. Bukan berasal dari umur.

Aku sudah membuktikan, kalau lingkungan itu sangat berpengaruh terhadap cara pandang, wawasan dan sikapku menghadapi kenyataan hidup. Kalaulah aku ingin berterima kasih, ucapan pertama akan terlontar buat Allah. Ya Allah sudah memberikan aku orang tua yang selalu mengajarkan aku untuk tidak pernah menyerah, kejar impian, dan yang pasti pendidikan no 1. Orang tuaku selalu mengutamakan pendidikan, biarlah tidak mempunyai materi asalkan anak-anaknya bisa sekolah. Sampai saat ini pun, orang tuaku menginginkan kami (anak-anaknya) untuk menuntut ilmu setinggi mungkin. Karena dengan ilmu kami bisa membantu orang lain, ilmu ga bakalan bisa habis sampai kapanpun. Dan satu lagi yang diajarkan bundaku, kejujuran. Apalah artinya orang pintar dan kaya tapi tidak jujur? Jujur adalah pondasi dari sebuah pribadi. Aku sangat bangga punya seorang kakak cowok yang selalu mengajarkan aku untuk bertanggungjawab dengan apa saja yang aku lakukan dan aku pilih. Ga boleh ada sikap dan perbuatan kita yang menyakiti orang lain, selalu bersikap rendah hati, ga boleh sombong dengan apa yang sudah kita raih, dan selalu mencoba apapun yang bisa aku lakukan selama itu baik dan tidak merugikan orang lain. Aku sangat bersyukur dengan apa yang aku dapatin sekarang, lingkungan dan keluarga yang selalu memberikan pengaruh positif dalam hidupku.

Aku selalu berpendapat bahwa sifat dan karakter orang itu tergantung lingkungan keluarga. Kalau keluarganya mengajarkan sifat yang baik, InsyaAllah anak-anaknya pasti akan menjadi baik. Ehm jadi kangen ma mas Joko nih. Pengen denger omelan-omelannya saat aku salah. Kata-kata bijaksananya mengenai kehidupan dan kerasnya perjuangan mas Joko mendapatkan beasiswa. Dan semua pengorbanan mas Joko yang udah menjadikan aku seperti ini. Mungkin ga cukup dengan kata-kata aku berterimakasih dengan mas Joko. Harus dengan perbuatan dan sikap aku untuk bisa jadi adik yang bisa dia banggain. Aku janji mas, aku akan mewujudkan itu. Jujur aku mengenal mas Joko dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Dari mas Joko lah aku mengenal arti hidup, senang-senang, berjuang meraih mimpi, membuat bangga orangtua, membahagiakan orang tua dan yang pasti jadi anak yang bisa bawa nama baik orang tua. Sikap kita sebagai anak-anaknya adalah penentu sifat orang tua. Berhasil atau tidaknya orang tua dalam mendidik anak itu diukur bukan dengan materi dan kedudukan sang anak, tetapi oleh sikap dan sifat baik kitalah. Mungkin saat ini yang bisa aku balas dari kebaikan orang tuaku adalah aku menjadi anak yang baik. Cuma itu yang bisa aku lakukan. Beda dengan mas Joko, mas Joko udah mampu menganggkat derajat orang tuaku. Dengan apa yang dia peroleh sekarang, dia mampu membuat orang tuaku dihargai masyarakat dan menjadi contoh orang tua yang berhasil mendidik anak-anaknya. Orang tuaku emang ga pernah mengharapkan materi dari anak-anaknya, tapi mereka Cuma minta ke kami untuk menjaga nama baik orang tua dengan menjadi orang yang bisa berguna buat semua orang. Sebuah filosofi yang bagus hehehe..

Aku emang anak bungsu, dimana orang selalu menganggap aku dimanja keluargaku. Memangnya anak bungsu selalu dimanja ya? Kayanya ga deh.. Orang tuaku ga pernah manjain aku tuh. Apalagi mas Joko, boro-boro deh manjain aku. Padahal aku berharap ada yang mau manjain aku lho hehehe.. Dari mas Joko lah aku mengenal arti tanggung jawab pada diri sendiri. Mungkin karena itulah kali ya, saat ini aku ga tergantung dengan orang lain. Aku selalu mampu mengatasi apapun yang selalu hadir dalam hidupku dengan keputusan yang aku pilih.

Berbeda dangan kisah yang kudengar dari temanku. Ada seorang yang sudah dewasa(berdasarkan umur lho), tapi selama ini setiap ada masalah dia selalu cerita-cerita ke orang lain. Walaupun kadang masalahnya kecil dan sepele (menurut kami) tapi sama dia dibesar-besarin. Terus lagi yang kadang bikin aku sebel dan neg adalah dia selalu memperlihatkan ke semua orang kalau dia tuh punya masalah besar jadi mbok ya o tho orang lain tuh ngerti dong kalau dia punya masalah. Ha.. emangnya dia sapa? Presiden? Mentri? Raja? Selebritis? Ga banget deh, mbok ya o tho kalau punya masalah tuh disimpan sendiri, jangan diumbar kemana-mana. Bukannya kalau diumbar kemana-mana membuat kita seolah-olah ga punya privasi. Habisnya semua orang ko jadi tau masalah kita sih. Gatahu juga sih, apa karena pengen diperhatiin orang ya? Ih ga ngerti deh aku. Apalagi sampai-sampai menggunakan status YM buat mengabari ke semua orang, ini lho aku ada masalah. Bantu kek, ngertiin aku dong. Sapa lu sih sampai perlu pakai status YM dengan berkata seperi itu. Ga banget gt lho.mbok ya ngerti juga, setiap manusia itu juga punya masalah, ga hanya dia aja. Maunya dimengerti orang tapi ko ya ga mau ngertiin orang lain sih.

6 thoughts on “Dapatkah hidup ini merubah seseorang?

  1. sabar ya…..😉
    Itulah dinamika dunia kerja mba’ku sayang, terkadang kita harus menghadapi sesuatu atau orang yang tidak kita sukai.
    Makanya kita butuh toleransi dan lapang dada yg sangat tinggi. Yang penting, jangan sampai perbedaan cara pandang dan visi tersebut mengganggu kinerja kita. Mungkin memang sudah sifatnya seperti itu.
    Saranku sih, cuek aja. Selama kita tidak mengganggu hidupnya, jgn sampai hidup kita diganggu olehnya. Menjadi pendengar yang baik terkadang cukup. Hanya mendengarkan, setelah itu cukup ambil hikmahnya, dan lupakan hal yg tidak pentingnya =)
    OK….. semangat terus ya.

  2. bertemu dengn orang seperti temanmu yg maunya diperhatiin aja tapi blm tentu mau memperhatiin orang itu ujian bagi kita… kalau dibuat beban ya jadinya grutu… betul toleransi aja di lapangkan bersyukur kita gak seperti itu… tapi sesekali di sentil untuk mengedukasi ya boleh … setiap manusia memang unik keberagaman manusia itulah yang membuat sebuah harmoni dan rahmat. hadapi dengan penuh toleransi. ok

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s