Sapa sih kamu itu, sok nasehatin..

Sory kalau aku harus bahas smsmu disini, capek rasanya kalau aku mesti bahas di sms ataupun saat ketemu kamu. Jalan pikiran kita berbeda dan sampai kapanpun aku jelasin ke kamu, kamu ga bakalan ngerti maksudku. Selain itu lingkungan kita berbeda jadi ya kamu ga bakalan bisa ngerti kenapa aku ambil keputusan itu.Jujur saja aku kesel dengan pendapatmu malam kemaren, makanya aku ga mau balas sms kamu. Sory kalau aku terlalu kasar ke kamu ataupun dah menyinggung perasaanmu.
“Apa sekolahnya harus keluar negeri?”……………….Ehm ga juga, tapi selama masih ada tawaran beasiswa keluar negeri kenapa ga dicoba? Toh syarat-syarat untuk apply beasiswa aku dah bisa memenuhi. Dengan kuliah dan hidup diluar negeri kita akan banyak sekali mempunyai pengalaman, entah mengenai riset, kehidupan, budaya, cara kerja serta cara kita berfikir. Dan mungkin kemandirian serta kedewasaan kita ditempa disana. Hidup jauh dari orang tua dan keluarga, harus bisa mandiri, ngatur keuangan, belajar dan juga bergaul dengan orang asing. Banyak banget gunanya kalau kita mau keluar dari zona aman ini. Dua orang kakakku, dimana sangat2 berpengaruh dalam kehidupanku tahun ini InsyaAllah mendapatkan gelar Master, dari merekalah aku mendapatkan banyak cerita. Aku tahu betapa susahnya hidup sendiri di luar negeri tapi aku pengen nyoba, toh gratis juga. Orang tuaku pun mendukung dan ga melarang, karena mereka melihat mas ku bisa melewati ujian kehidupan selama 2tahun di negeri orang maka aku yang adiknya pasti juga bisa. Dan 1 lagi, kenapa aku memilih kuliah di luar negeri.. karena aku pengen bisa belajar bahasa Inggris dengan orang asli (native), akan sangat berbeda jika kamu belajar bahasa inggris di negeri yang bahasa sehari-harinya berbahasa inggris dengan belajar bahasa inggris di sini. Kamu mungkin belum merasakan tapi aku sangat2 perasakan perbedaan itu.
“Sapa tahu kl punya pendamping jd punya wawasan baru, ada yg kasih masukan, bisa sharing, ada pemikiran baru”…….Hehehe.. Maksud kamu pendamping apa nih?.. Ehm cowok or pacar gitu…  Tanpa cowok or pacar pun saat ini aku dah banyak yg ngasih masukan. Ada mas Joko dan mas Udin yang bisah ngasih pandangan dan wawasan untuk bisa membuat aku maju. Ada mas Adrian yang selalu memberiku cerita2 dan kisah-kisah kehidupan di luar negeri, ada teman2 yang aku temui di dunia blog, ada sahabat2ku yg sudah kuliah di luar negeri, ada ortu yg selalu mendukungku. Jadi tanpa pacar  aku bisa punya wawasan, pandangan dan pemikiran baru. Emangnya cewek itu setiap kali ambil keputusan tentang hidupnya harus minta pendapat orang lain? Maaf ya, aku bukan tipe seperti itu, aku masih bisa ambil keputusan yang baik untuk hidupku. Soal pendamping ehm cuma Allah yang tahu.
“…..tp jgn terlalu terobsesi pd 1 arah, ada bnyak cara kok, ada banyak hal lain juga yg hrs kita siapkan untuk diri kita, ortu,dunia,akhirat kita.” … Ehm, ehm… Satu hal ya, kamu ga tahu apa yang ada dalam pikiranku dan apa yg mempengaruhiku sampai bisa ambil keputusan itu. Aku ga terobsesi pada 1 arah. Banyak jalan yang kupilih dan tentu saja jalan itu sudah aku pertimbangkan pada semua aspek. Aku pun milih sesuatu pasti aku dah pikirkan efek itu berpengaruh pada ortu, hidupku, duniaku dan tentu saja akhiratku. Jadi tanpa kamu nasehatin pun aku bisa berpikir. Aku bukan anak kecil yang bodoh, aku masih bisa berpikir ko. So simpan nasehatmu itu untuk cewek lain dan itu bukan aku.
Sebenarnya nih, kamu adalah orang kesekian yang sudah membuatku ilfil kalau harus lihat dan denger itu. Emangnya aku anak kecil yang harus dinasehatin, emgnya aku ga bisa ambil keputusan sendiri, emgnya aku cewek bodoh.. Enak aja ya, aku ga seperti itu kali.. Ehm dasar cowok.. Ortuku aja ga melarang kenapa kamu kasih komentar yg ga enak si.. Mas Joko aja malah mendukung ko…Lha sapa sih kamu itu, sok menggurui yg ga jelas juntrungannya gitu.. Bikin sebel tahu…

One thought on “Sapa sih kamu itu, sok nasehatin..

  1. mmmmmm,pertengkaran asik nih,neng coba netral!,ya co mang kaya gtuc,kita berp[andangan positif aja,toh kmu juga emang niat pergie dan menggapai cita2 ada perbedaan ya wajar,ga harus dengan per tengkarankan?mungkin dengan daia bicara gtuch dia khawatir ma kmu,or apa yang positif deh tapi jika kmu dah niat tuk pergie tuk gapai cita2,ya coba terangkan dia dengan kata2 yang membuat dia tenang,meski dia memaksa like”mas nie dah niatku tuk pergi,mas jangan telu khawatir denga ku ku dah siap dengan apapun resikonya tuk mengejar cita2ku yang sekali seumur hidupku,dan itu kan berpengaruh pada generasiku,generasi yang bisa meneruskan cita2ku,kuharap mas mengerti dan jangn memaksa lgie,jika ingin mendapatkan ku mas boleh menunggu ampai cita2 terwujud tapi jika tidak mas boleh mengambil yang lain”.maaf bukan ikut campur mungkin itu saran netral ku jika tak menerima ga usah di ikuti

    Zamie

    bukan siapapun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s