Nasib penelitian di Indonesia…

    Beginikah nasib penelitian di Indonesia? Capek deh berurusan dengan pemerintah, kenapa si anggaran penelitian untuk tahun ini dipotong? Adakah alasan yang masuk akal selain alasan penghematan bahan bakar? Ga terpikirkan deh ma otak ku, kenapa MENKEU meminta penghematan 15% dari anggaran yang tidak mengikat. Pusing deh pusing para pejabat di kantorku, aku yang selalu mengikuti rapat pun ga terbayang mau ngapain tahun ini. Orang anggaran penelitian ku dah habis, ga bisa survey, ga bisa sosialisasi hasil penelitian , dan yang paling lebih parah lagi ga ada anggaran buat beli bahan penelitian..
T    erkadang aku pengen bertanya ma orang-orang yang menggambil kebijakan itu, apakah mereka telah memikirkan dengan baik keputusan yang mereka ambil? Ehm atau emang penelitian di Indonesia ga pernah dianggap? Aku mulai bertanya-tanya dalam hati, kenapa orang-orang pintar itu memilih kerja di luar negeri daripada di Indonesia. Apa karena di Indonesia mereka ga dihargai, sedangkan di luar negeri mereka sangat dihargai. Ehm ga tahu deh, tapi kayanya emang begitu ko hehehe..
     Di Indonesia karier atau kerja di lembaga riset atau penelitian tidak pernah dianggap suatu pekerjaan bagus. Banyak orang memandang kerja di swasta dengan gaji gede, gengsinya lebih bagus daripada jabatan peneliti. Ya beginilah nasib jadi peneliti di Indonesia. Apalagi kalau kerja di LIPI, ga semua orang tahu apa itu LIPI. Terkadang mereka malah bilang o yang bikin vitamin itu ya hehehe.. Gubrak.. Cape deh kalau harus menjelaskan apa itu LIPI. Tiga tahun kerja di LIPI membuat aku makin menyadari kalau sebagian masyarakat tidak tahu apa LIPI itu. Cuma sebagian kecil orang-orang yang berpendidikan yang tahu apa itu LIPI.
Balik lagi soal anggaran penelitian yang dipotong 15%, trus tahun ini aku disuruh ngapain dong ke kantor? Absen doang sambil menerima gaji buta? Ehm gimana si pemerintah ini? Apa coba hubungannya harga minyak mentah yang terus naik sama penghematan penelitian? Nasib-nasib.. Wahai pemerintah jangan salahkan kami ya jika banyak peneliti2 yang kerja jadi konsultan di perusahaan swasta. Habisnya mau gimana lagi, kalau kami ingin melakukan penelitian kan harus membutuhkan dana, sedangkan dana dari pemerintah dipotong. Ya sudah kami mengusahakan sendiri aja, bekerjasama dengan pihak swasta.
    Sampai saat ini aku belum bisa mengerti kenapa semua ini bisa terjadi. Dan apakah bulan2 ke depan aku masih bisa melakukan penelitian sedangkan dana yang kami peroleh tahun ini akan dipotong.. Gatahu deh aku mau ngapain besok2 di kantor..

4 thoughts on “Nasib penelitian di Indonesia…

  1. Kasihan ya……sudah capek tapi kurangnya perhatian dari pamerintah

    smoga lebih diperhatikan oleh pemerintah

  2. Jangan berputus asa.. Ingatlah jasa Bpk Proklamator.. Saya junjung tinggi jiwa seorang pejuang kyk bpk.. Kuatkan tekad n jiwamu untuk Ibu pertiwi.. Jgn kt fikir apa yg negara dpt berikan kt.. Tapi APA YG KT DPT BERIKAN PD IBU PERTIWI.. Karna.. Itulah dwmi kelangsungan bangsa yg Besaaar.. Bangsa KITA.. BANGSA INDONESIA..!! Demi masadepan anakcucu kita agar Gak bbernasib kyk kt2.. InsyaALLAH.. Saya YAKIN.. NKRI akan Berjaya.. Hanya tunggu waktu yg tepat.. BHINNEKA TUNGGAL EKA.!! MERDEKA..!! MERDEKA.!! MERDEKA..!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s