Langkah kecilku menggapai mimpi besarku

Tersadar kalau bulan Juni sudah dekat. Rasanya waktu berjalan sangat cepat. Dan ga terasa sudah 2 tahun aku tidak bisa menunjukkan hal terbaik yang bisa aku lakukan. Tapi apa hubungannya ya dengan bulan Juni hehehe. Ya ada hubungannya dong, Juni tahun depan masku pulang dari Australi dan yang pasti dia akan menanyakan janjiku padanya. Santai mas, aku masih ingat ko janji itu. Sekarang aja lagi mencoba melangkahkan kaki ini untuk bisa menjadi bintang kecilmu.

Ehm awalnya aku masih binggung mau kuliah dimana dan ambil jurusan apa. Habis belum fokus banget untuk melangkah kemana, masih ikutin alur takdir ini. Belum mencoba untuk menentukan langkah. Tersadar oleh email dari mas Adrian yang menyuruhku untuk menuliskan daftar impian tahun 2008, dan menjadi titik awalku untuk menentukan langkah dan jalan hidupku. Ya aku ingin bisa mendapatkan beasiswa ke negara yang selalu hadir dalam mimpi2 ku. Sebuah negara di Eropa tepatnya di German adalah kota tujuan utamaku.

Mendapatkan beasiswa itu gampang-gampang susah, tapi yang pasti harus mulai dari diri sendiri. Bukan hanya niat saja yang dibutuhkan, tapi juga dibutuhkan kemauan dan yang pasti semangat untuk tidak pernah menyerah. Mungkin sama kali ya hal ini terjadi pada semua orang. Dulu aku selalu binggung tiap kali mau apply beasiswa. Wah harus mulai dari mana ya. Skor TOEFL blom menyampai syarat yang ditentukan, terus gimana ya apply beasiswa itu, mana transkrip dan ijazah belum di translatin, ga dekat ma dosen ni gimana ya minta rekomendasinya dan seabrek hal lainnya. Akhirnya aku hela nafas panjang dan mencoba mendaftar hal-hal yang harus aku mulai.

    Pertama langkah yang aku tempuh adalah mentraslate ijazah dan transkrip ke dalam bahasa Inggris di kampus. Berhubung kampusku di Jogja sedangkan sekarang aku kerja di Bogor maka aku minta bantuan temanku untuk ngurusin hehehe. Untungnya saja ada temanku yang bernama Arso lagi kuliah S2 di UGM jadinya aku minta tolong dia untuk transletin dan legalisirin fotokopian. Thanks ya Arso, semoga kebaikan kamu dibalas Allah.. Amien.. satu tahapan sudah aku lewati. Sekarang aku harus bisa menentukan aku mau kuliah di negara mana. Hehehe pasti dah pada tahu semua kan. Ya German adalah tujuan utamaku. Ok sekarang tiba saatnya aku cari universitasnya. Tapi sebelumnya aku mau ambil jurusan apa ya. Ehm tentu saja Civil Engineering dong, kemudian spesialisasinya ehm Structure Engineering aja deh. Kayanya cocok deh ma pekerjaanku sekarang hehehehe.. ok tiga point sudah aku dapat, tinggal nyari universitas yang ada di Jerman. Wah kalau yang ini manfaatin aja fasilitas kantor hehehe..

Kebetulan dikantor ada fasilitas internet, lumayan ni bisa browsing daftar universitas. Akhirnya aku mendapatkan 7 universitas yang ada jurusan Civil Engineering. Ke 7 universitas itu adalah TU Braunschweig, BTU Cottbus, Uni Weimar, RWTH Aachen (kampusnya pak Habibie), TU Muenchen, TUHH (kampusnya Christian Sugiono) dan TU Berlin. Rata-rata mereka membuka pendaftaran 2 kali dalam setahun. Yaitu pada musim Summer dan Winter. Dari 7 universitas itu aku paling pengen bisa masuk ke TUHH tapi ada 1 syarat yang belum bisa aku penuhi, GRE itulah kendalaku. Mana untuk biaya tes GRE itu mahal, lebih mahal daripada biaya tes TOEFL.

Apalagi ya yang dibutuhkan? O iya menulis essay statement of purpose. Aduh susahnya minta ampun deh kalau disuruh nulis. Mana bahasa Inggrisku masih ancur lagi. Tapi setidaknya aku harus bisa nulis dulu ni pakai bahasa Indonesia. Walau dah sering dan bahkan biasa bikin paper tapi kan beda ya kalau nulis statement of purpose. Kan nulis statement of porpuse itu kita dituntut untuk mengiklankan diri kita bahwa kita layak dan pantas kuliah di situ. Ehm aku kan ga biasa promosi diri sendiri hehehe.. Habisnya biasanya aku yang dipromosiin si hehehe. Berawal dengan diskusi panjang bersama kakak-kakakku, akhirnya terlontar ide dari mas Adrian yang menyuruhku untuk bikin blog aja. Nulis apa aja yang ada dipikiran, ntar lama-lama pasti bisa bikin statemen porpuse yang bagus. Karena menulis itu tidak gampang lho, harus selalu dicoba dan dicoba. Ga boleh putus asa. Bener juga si, setelah mengenal blog dan berteman dengan Om Syam akhirnya aku bisa nulis juga. Walaupun kadang masih hancur juga hehehe.

Kendalaku dalam menulis statement of porpuse adalah menulis dalam bahasa Inggris hehehe. Kadang aja masih sering diketawain ma kakak2ku yang selalu mengkoreksi tulisanku hehehe. Bahkan dibilang tulisanku kalah ma tulisan anak TK (ceritanya aku nulis dalam bahasa Inggris eh ternyata struktur grammernya hancur hehhe). Setelah aku tahu kelemahanku, mulailah aku berusaha memperbaikinya. Tiap hari tepatnya tiap pagi setelah sholat tahajud dan sholat subuh aku sempatkan belajar Grammer pakai bukunya Raymod Murphy. Selain itu aku juga ikut kusus bahasa Inggris on line (lagi2 pakai fasilitas internet kantor hehehe). Dan hasilnya sangat2 memuaskan. Kendalaku sekarang adalah aku belum terbiasa ngobrol pakai bahasa Inggris, akhirnya aku mantapkan diri ini ikut kursus. Agar bisa berbicara dalam bahasa Inggris. Hasilnya belum ada soalnya baru 1 kali pertemuan si hehehe.

Karena aku pengen ke German, setidaknya aku harus bisa bahasa German. Ok itu pasti dong. Sekarang aku dah di level Grundstuffe I-A. Setidaknya dengan bekal itu aku sudah bisa sedikit mengartikan istilah maupun kata-kata bahasa German. Walau beberapa kampus sudah mentranslatkan informasinya dengan bahasa Inggris tapi ada beberapa kampus yang masih menggunakan bahasa German. Ya sedikitnya membantuku untuk bisa mencerna informasinya. Ternyata belajar bahasa German tidak rugi lho. Ada 3 negara yang menggunakan bahasa German sebagai bahasa penggantar. Tiga negara itu adalah Swiss, Austria, dan Belgia. Jadi kalau ga keterima di German masih ada tiga negara yang menungguku hehehe.. Peluang untuk kuliah di Eropa semakin banyak ni hehehe.

Ehm apa lagi ya persiapan yang harus aku lakukan? Ehm yang pasti adalah persiapan uang untuk mengirim aplikasi ke luar negeri yang membutuhkan biaya tidak sedikit. Satu lagi yang harus kita campkan dalam hati kita adalah sebaris bait lagunya Padi yang menjadi pegangan kita dalam mencari beasiswa. Sebait syair itu adalah : “Setiap perkataan yang menjatuhkan tak lagi ku dengar dengan sungguh. Juga tutur kata yang mencela tak lagi ku cerna dalam jiwa. Aku bukanlah seorang yang mengerti tentang kelihaian membaca hati. Aku hanya pemimpi kecil yang berangan tuk merubah nasibnya. Bukankah hidup ada penghentian. Tak harus kencang terus berlari. Aku helakan nafas panjang, tuk siap berlari kembali. Berlari kembali, melangkahkan kaki. Menuju cahaya.”

10 thoughts on “Langkah kecilku menggapai mimpi besarku

  1. Nah gitu dong, semangat lagi untuk ngejar mimpi besarmu.. Selamat ya, kekhawatiran lu selama ini ga terjadi khan.. Gw senang saat lu kasih kabar tadi siang. Gw yakin lu bisa nemuin gw di Deutsch nanti, seperti janji lu ke gw.. Keep yours promise my little angel

  2. syita_aisy1895qyahoo.com
    aq salut ma mbak
    mungkin bisa dibilang kita senasib
    karena kemauan keras lah aq sampai ke jerman sekarang
    walau kekurangan biaya
    tapi doa dan usaha yg tak pernah putus dan putus asa
    aq sampai ke jerman juga tepat nya tgl 13 september 2007..baru lohhh
    heheheheh^^
    tapi masih ada peluang lain
    aq mencukupi kehidupan ku dengan kerja setiap pagi mengayuh sepeda mengantar koran sepanjang pagi buta…krena keadaan membuat kehidupan aq lebih keras
    dan aq bersyukur dengan semua ini
    walau berat tapi demi cita2
    aq percaya allah masih mendengar setiap permintaan ku yg slalu meminta(nama nya juga manusia..hehhehe minta mulu)
    semangat dan jgn pernah putus asa^^

  3. Makasi ya atas komentnya.. Setidaknya Anda telah memberikan aku semangat lagi.. Wah bisa bagi2 dong pengalaman Anda di German.. Mau dong kapan2 Anda cerita mengenai German? hehehe..

  4. Mbak…sekarang aku juga sedang usaha apply ke TUHH, TU Berlin, RWTH Aachen, dan TU Kaiserslautern…Cuma aku ambil Process Engineering.
    Dan sama dengan mbak, aku pengen bgt masuk TUHH…cuma mentok di GRE…Tes verbalku jatuh…..
    Siapa tahu nanti kita ketemu di Deutschland….^^
    Wassalam

  5. itulah yang namanya hidup!!!
    berjuang untuk masa depan!!!
    Jangan menyerah!!!
    Yang penting coba dulu!!!
    Berusaha!!!
    Berdoa!!!
    Pasrah!!!
    Allah pasti tau yang terbaik untuk kita…

    Success 4 u!!!

    best regards,

    Ducker

  6. apa yang kita dapatkan sekarang adalah hasil dari pikiran kita masa lalu.
    apa yang akan kita dapatkan nanti adalah hasil dari pikiran kita sekarang.

    jadi berpikirlah kalau anda akan mendapatkan beasiswa itu, berpikirlah dan yakinlah kalau anda bisa mewujudkan impian anda.

    for sure. amin.
    🙂

    semoga kita yang tidak saling mengenal ini bisa berpapasan di jerman nanti.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s