Penangkapan WNI di Malaysia

Kaget banget denger berita pagi ini mengenai istri atase pendidikan di Malaysia yang ditangkap oleh Relawan Malaysia khusus Imigran gelap (Rela). Ko bisa si ditangkap? Alasannya apa? Bukannya keluarga diplomatik itu mempunyai kekebalan hukum? Terlintas banyak banget pertanyaan, kenapa hal itu bisa terjadi di Malaysia?

Akhirnya aku buka detik.com untuk mengetahui apa permasalahannya hingga ada kejadian itu. Menurut Jubir Deplu Kristiarto Legowo yang dilansir detikcom Senin 8 Oktober mengatakan bahwa Istri diplomat Indonesia bernama Nuslihanah digiring relawan Malaysia khusus imigran gelap (Rela) di pusat perbelanjaan di daerah Chowkit Malaysia, hari Sabtu 6 Oktober. Walaupun satu jam kemudian dilepaskan, namun Kristiarto tetap menganggap penangkapan tersebut sangat memprihatikan. Sebab Nuslihanah Nurdin sudah menunjukkan identitas istri Atase pendidikan dan Kebudayaan KBRI.

Bukan hanya istri atase pendidikan dan kebudayaan KBRI saja yang menjadi korban. Menurut detikcom Selasa 9 Oktober hal ini juga terjadi pad Ketua Persatuan Pelajar Indonesia-Universiti Kebangsaan Malaysia (PPI-UKM) UKM Muhammad Yunus Lubis yang tinggal di Jl Hentian 4 no. 3-1A, Malaysia. Menurut detikcom, pada pukul 05.30 WIB apartemen yang ditinggali Yunus dan istrinya digedor-gedor orang tidak dikenal. Karena merasa takut, Yunus pun mendiamkannya saja. Akhirnya apartemen Yunus di dobrak oleh pasukan Rela. Mereka langsung masuk dan memeriksa seluruh penjuru apartemen Yunus seenaknya saja untuk mencari pekerja ilegal. Setelah Yunus menunjukkan paspor dan keterangan dirinya, pasukan Rela akhirnya meminta maaf dan pergi begitu saja. Pintu apartemen yang rusak didobrak tidak dipedulikan pasukan Rela

Dan mungkin masih banyak lagi kejadian2 yang sangat memprihatinkan kita. Walau emang tidak bisa kita pungkiri kalau kita adalah negara terbesar pengirim tenaga kerja, tapi apa kita emang sudah sebegitu rendahnya hingga kita bisa dengan seenaknya diperlakukan. Dan yang membuat aku heran ni, banyak artis kita yang mempromosikan wisata ke Malaysia. Aneh.. Emangnya Indonesia tidak seindah Malaysia apa? Atau emang mereka lagi nyari uang aja ya ? Ehm gatahu lah.. trus bagaimana ni perasaan mereka saat orang2 kita diperlakukan seperti itu? Mungkin aja mereka diem aja atau berkomentar kami ga pernah ko diperlakukan begitu. Orang2 Malaysia tuh ramah2. Ya iyalah orang Malaysia ramah2 ma artis Indonesia. orang mereka sering lihat di TV ko. Lha kalau kita yang jarang nonggol di TV, mana mungkin orang Malaysia ramah ma kita. Kenal ma kita aja nggak khan. Jadi ya seenaknya aja mereka memperlakukan kita

 Masih ingat kan peristiwa pemukulan wasit Donald Peter? trus lagi pada saat itu aku juga baca ada pengalaman WNI kita yang lagi berwisata ke Malaysia bersama keluarganya yang diperlakukan kriminal oleh polisi Malaysia. Waduh, itu baru beberapa kasus saja yang terbongkar. Padahal mungkin saja banyak kejadian yang tidak terekspos oleh media.

Apa si alasan Rela melakukan perbuatan itu? Kenapa ga di tanya baik2 aja. Nanyain pasport dengan baik2. Mengetuk pintu pun dengan sopan. Kita semua ini kan manusia. Emangnya polisi Malaysia itu tidak diajarin sopan santun ya? Galak si galak, tapi kan perlu juga menjaga sopan santun.

Gara2 peristiwa itu aku jadi malas denger kata Malaysia. Untuk datang ke sana pun kayanya malas banget deh. Kata temanku yang pernah ke sana ni, mending ke Singapura sekalian, disana kita dihormati dan ga diburu2 oleh polisi. Beberapa temanku yang awalnya pengen kuliah di Malasyia, akhirnya berfikir dua kali. Takutnya ntar dia dipikir babu2 deh hehehe..

Malaysia apa si mau Anda. Sudah lagu kami di klaim lagu kalian. trus musik angklung juga diklain musik kalian. trus warga kami diperlakuakn dengan tidak wajar. emangnya anda siapa si? Anda mau jadi yang paling hebat ya di Asia? Hebat kalo galak dan tidak berperikemanusiaan ya ga bakalan disukai banyak orang khan hehehehe..

2 thoughts on “Penangkapan WNI di Malaysia

  1. Salam. Banyak cerita saya telah baca tentang pergolakan antara Indonesia dan malaysia melalui internet serta media massa. Sukar untuk menjadi hakim untuk mengadili polemik sebegini. Kerana kerap kita mendapat maklumat sebelah pihak. Sekarang ini terdapat kira-kira 2 juta+ warga Indonesia yang berada di Malaysia, bekerja di Malaysia sambil membantu membangun malaysia menjadi Negara moden. Sebahagian besar datang ke sini untuk mencari nafkah demi keluarga di desa. Mereka-mereka ini amat baik.Ramai yang berpendapatan melebehi RM3000 sebulan ( kurang lebih Rp8+ juta). Bayangkan berapa banyak wang yang dikirmkan balik ke Indonesia saban bulan!Namun begitu daripada 2 juta ini ramai juga yang masuk ke Malaysia tanpa dokumen. Yang masuk tanpa dokumen yang sah atau tanpa dokumen langsung!inilah yang sering menimbulkan masalah, kerana mereka memperolehi dokumen2 palsu. Sukar untuk mengatasi masalah ini kecuali mengadakan sekatan/operasi, yang barangkali akan timbul situasi di mana yang mempunyai dokumen yang genuine disangka palsu. Masalah ini akan terus berlaku selagi ada laut dan selagi ada permintaan tenaga. Jadi kita berharap sebagai saudara serumpun kita gunalah bahasa yang sopan moga perhubungan baik antara kedua negara tetap utuh sampai bila. Terima kasih. Wassalam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s