“My Princess Olga”

Ini adalah salah satu buku favorit yang aku miliki. Aku senang sekali baca buku ini. Dah berkali-kali aku baca buku, dan tidak pernah buat aku bosan untuk kembali membacanya. Buku ini berjudul “My Princess Olga” karangan Whani Darmawan yang diterbitkan oleh Gagas Media. Buku ini aku aku beli tangga 19 Maret 2007 di Toko Buku Gramedia. Buku ini menceritakan tentang kisah seorang suami, ayah yang harus mendidik, mengurusi dan merawat anak perempuan yang berusia 5 tahun selama 9 bulan karena di tinggal istrinya untuk ngajar di University of Hawaii Amerika.

 

Entah kenapa, tadi pagi sehabis subuh aku ga bisa konsen untuk belajar toefl. Pikiranku melayang-layang entah kemana. Ingin banget rasanya menemukan semangat untuk bisa belajar lagi, tapi udah dicoba selama setengah jam semuanya ga ada hasilnya. Akhirnya kuputuskan untuk membaca koleksi bukuku yang dah hampir memenuhi isi kamarku. Tak sengaja mata ini melihat sebuah buku kecil berjudul My princess Olga. Ingin kembali membaca buku itu. Cerita tentang laki-laki single parent.

 

Buku itu bercerita mengenai susahnya seorang suami yang ditinggal istrinya ke luar negeri dan harus mendidik anak semata wayangnya. Mungkin untuk saat ini, akan jarang kita temui seorang suami yang mau di tinggal lama oleh istrinya untuk kuliah lagi di luar negeri. Apalagi kalo pendidikan istrinya nanti lebih tinggi dari suami. Yang ada malah akan banyak sekali laki-laki yang selingkuh, walau tidak menutup kemungkinan wanita ada juga yang selingkuh. Setidaknya ini buku ini adalah gambaran realita kehidupan yang nyata, yang mungkin akan aku hadapi kelak. Buku ini menyadarkan aku untuk lebih bijaksana lagi dalam menggambil suatu keputusan kelak. Apa sudah benar keputusanku untuk menggambil kuliah lagi disaat aku dah punya keluarga?

Olga, adalah anak yang periang, walau kadang dia suka ngambek disaat permintaannya ga di penuhi ayahnya. Disaat dia kangen ma ibunya dia cuma bisa nanggis karena ga bisa ketemu ataupun memeluknya. Disaat sakit, ayahnya lah yang harus pontang-panting untuk mengurusnya. Pagi hari sang ayah harus bangunin Olga, mandiin, nyisir, makaiin baju dan mengantar ke sekolahnya. Pulang sekolah harus menjemputnya lagi, kemudian menitipkan ke neneknya kalau sang ayah ada kerjaan. Sang ayah melakukannnya pun tanpa beban, ikhlas buat sang buah hatinya. Hari-hari mereka lalui dengan saling mengirim kabar lewat email. Sang ibu pun kadang telphon ke rumah sekedar untuk mendengar suara sang buah hati. Semua kejadian yang terekam lewat foto pun mereka kirim via email. Sungguh mulia banget sang Ayah itu, dan aku akui bapak itu sangatlah dewasa dan setia. Email-email yang mereka kirimkan sebagian di tulis dalam buku ini. Semua kejadian baik dan burukpun sang ayah ceritakan kepada istrinya. Seperti masalah kekurangan uang, masalah pembantu atau masalah kerjaan.

 

Seandainya saja aku bisa menemukan laki-laki seperti sang ayah ini kelak hehehe…

2 thoughts on ““My Princess Olga”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s