<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Threeas</title>
	<atom:link href="http://threeas.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://threeas.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sat, 28 Jan 2012 03:07:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='threeas.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/5d18d1d9496433d6099abda486e4f4f5?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Threeas</title>
		<link>http://threeas.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://threeas.wordpress.com/osd.xml" title="Threeas" />
	<atom:link rel='hub' href='http://threeas.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Pesan Bunda Kala itu</title>
		<link>http://threeas.wordpress.com/2012/01/28/pesan-bunda-kala-itu/</link>
		<comments>http://threeas.wordpress.com/2012/01/28/pesan-bunda-kala-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Jan 2012 03:07:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>threeas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita-cerita]]></category>
		<category><![CDATA[My Family]]></category>
		<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://threeas.wordpress.com/?p=872</guid>
		<description><![CDATA[Saat nonton acara Kick Andy kemarin malam , aku kembali ingat pesan bundaku dulu saat awal aku mau bekerja. Beliau selalu mengingatkanku untuk tetap bekerja walaupun kelak aku menikah. Awalnya sih aku cuek aja, pikirku saat itu ya lihat nanti deh. Padahal kalau ditanya dalam hati, aku malah pengennya kaya ibuku. Di rumah, selalu menyambut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=threeas.wordpress.com&amp;blog=1779368&amp;post=872&amp;subd=threeas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Saat nonton acara Kick Andy kemarin malam , aku kembali ingat pesan bundaku dulu saat awal aku mau bekerja. Beliau selalu mengingatkanku untuk tetap bekerja walaupun kelak aku menikah. Awalnya sih aku cuek aja, pikirku saat itu ya lihat nanti deh. Padahal kalau ditanya dalam hati, aku malah pengennya kaya ibuku. Di rumah, selalu menyambut anak-anaknya ketika pulang sekolah dan selalu ada saat kami butuhkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Kadang aku tanyakan maksud dari pesan bunda, beliau selalu bilang “Jadi perempuan itu jangan terlalu tergantung sama suami, punyailah kemampuan untuk bekal jika kelak harus mengambil alih peran ayah dalam keluarga. Bekerja dan mandirilah “.<span id="more-872"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Saat aku mulai kerja dan bergaul dengan beberapa teman-teman yang sudah mempunyai anak, kadang aku melihat dan menyaksikan betapa repotnya mereka membagi waktu antara keluarga dan pekerjaan. Apalagi jika ditambah dengan beberapa teman yang masih kuliah. Wah binggung juga bagaimana mereka membagi waktu antara belajar, bekerja dan keluarga.</p>
<p style="text-align:justify;">Bisa dibilang jika tinggal di Indonesia lebih beruntung dari teman-temanku yang sedang sekolah dan tinggal di luar negeri terutama jika yang sekolah itu adalah sang ibu. Harus pintar-pintar bagi waktu dan berbagi peran dengan suami (jika suaminya juga ikut ya heheh).</p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa bulan yang lalu saat aku jalan-jalan di eropa, sempat aku bertemu dengan beberapa teman yang sudah memiliki anak. Kembali aku tanyakan bagaimana mereka berbagi peran dengan suaminya. Sang suami hanya menasehati bahwa dalam keluarga itu tidak ada yang jadi bos, semuanya satu level. Saling pengertian dan berbagi tugas, tidak ada itu tugas cewek atau tugas cowok semuanya sama. Saat aku tanyakan kepadanya, apakah beliau minder dengan status istrinya yang sudah S3 sedangkan beliau bergelar S1. Dengan tegas beliau berkata “Dalam keluarga ini, saya pemimpin dan imamnya. Setinggi apapun gelar istri saya, saya tetap imam bagi keluarga saya. Kalau saya minder, saya tidak ada disamping istri saya saat ini dan membantunya mewujudkan impiannya.”</p>
<p style="text-align:justify;">Terdiam aku mendengar perkataan bapak itu, jarang sekali aku menemukan sosok laki-laki yang bersedia mendukung mimpi istrinya untuk sekolah lagi. Namun saat aku ungkapkan keherananku tersebut, beliau malah menasehatiku untuk tidak menghakimi keputusan seorang laki-laki yang tidak bersedia atau mengijinkan istrinya belajar lagi. Beliau mengingatkanku bahwa laki-laki itu punya rasa egois dimana dia tidak ingin dikalahkan oleh istrinya. Kembali aku tanyakan kenapa beliau mengijinkan istrinya bekerja dan sekolah lagi. Jawaban sempat membuatku tersenyum sebab jawabannya singkat sekali. Kata beliau, dia hanya ingin mempersiapkan istrinya jika kelak dia meninggal lebih dulu dari istrinya. Dia ingin keluarganya tetap tidak kekurangan dan istrinya mampu mandiri tanpa dia. Wuih bijak banget ya, dia mikirnya jauh banget.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalimat itu menyadarkanku saat aku melihat Kick Andy kemarin malam. Ada seorang istri yang bergelar S1 dan sesaat setelah menikah, suaminya melarang dia untuk bekerja dan meminta dia untuk tinggal di rumah mengurus keluarga. Tak disangka-sangka badai itupun datang, saat sang suami tugas di luar , dia terpesona dengan wanita lain hingga melupakan dan meninggalkan keluarganya. Akhirnya sang istri pun harus bekerja menjadi sopir taksi untuk bisa memenuhi kebutuhan kelauarganya. Miris saat menyimak hal tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari semua ibu-ibu yang tampi dalam acara tersebut, mempunyai keinginan yang sama. Sebuah keinginan yang menjadi semangat ibu-ibu tersebut untuk bekerja lebih giat. Mereka tidak ingin anak-anaknya kelak seperti mereka serta mereka ingin anak-anaknya itu berhasil dalam pendidikan.</p>
<p style="text-align:justify;">Satu hal yang bisa aku petik dari acara ini, ibu-ibu hebat ini tidak pernah sekalipun menyerah pada nasib. Kegigihan mereka menjalani hidup yang keras dan terus menapaki kehidupan dengan optimis menjadi penyemangatku dalam menjalani kehidupan akan aku lewati di depan sana.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah bertahun-tahun nasehat yang kudengar dari ibuku itu, baru kali ini aku paham maksudnya. Kenapa beliau selalu berpesan padaku untuk tetap bekerja walaupun sudah menikah. Bagiku, bekerja tidak mesti dengan bekerja di kantor, bekerja bisa di rumah. Yang penting kita punya kemampuan dimana kita bisa mengembangkannya namun kodrat sebagai seorang ibu pun tidak boleh kita lupakan.</p>
<p style="text-align:justify;">Belajar dari pengalaman beberapa teman yang bisa menggurus anak dan keluarga ; sekolah dan bekerja, yang kita butuhkan hanyalah sebuah berbagi peran antara suami dan istri. Penyetaraan kondisi antara suami dan istri, saling mendukung dan tetap menganggap bahwa suami tetaplah imam keluarga setinggi apapun gelar seorang istri , mungkin inilah resep sebuah keluarga bisa berjalan dengan baik .</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Bogor, 28 January 2012</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/threeas.wordpress.com/872/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/threeas.wordpress.com/872/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/threeas.wordpress.com/872/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/threeas.wordpress.com/872/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/threeas.wordpress.com/872/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/threeas.wordpress.com/872/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/threeas.wordpress.com/872/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/threeas.wordpress.com/872/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/threeas.wordpress.com/872/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/threeas.wordpress.com/872/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/threeas.wordpress.com/872/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/threeas.wordpress.com/872/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/threeas.wordpress.com/872/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/threeas.wordpress.com/872/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=threeas.wordpress.com&amp;blog=1779368&amp;post=872&amp;subd=threeas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://threeas.wordpress.com/2012/01/28/pesan-bunda-kala-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f26da4f28ef9d7a020beb6688105e61d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Threeas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kesadaran Berkendaraan Di Jalan Raya</title>
		<link>http://threeas.wordpress.com/2012/01/24/kesadaran-berkendaraan-di-jalan-raya/</link>
		<comments>http://threeas.wordpress.com/2012/01/24/kesadaran-berkendaraan-di-jalan-raya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Jan 2012 04:07:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>threeas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://threeas.wordpress.com/?p=868</guid>
		<description><![CDATA[Hari Minggu saat aku sedang mengedit beberapa foto yang aku jepret di hari Sabtu, sebuah berita di televisi mengagetkanku dan sempat membuatku terhenti tanpa bisa berkata-kata lagi. Kabar duka yang aku terima saat itu membuatku tak habis pikir tentang negeri ini. Bagaimana tidak pejalan kaki yang sedang berada di halte yang sepantasnya adalah tempat teraman [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=threeas.wordpress.com&amp;blog=1779368&amp;post=868&amp;subd=threeas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Hari Minggu saat aku sedang mengedit beberapa foto yang aku jepret di hari Sabtu, sebuah berita di televisi mengagetkanku dan sempat membuatku terhenti tanpa bisa berkata-kata lagi. Kabar duka yang aku terima saat itu membuatku tak habis pikir tentang negeri ini. Bagaimana tidak pejalan kaki yang sedang berada di halte yang sepantasnya adalah tempat teraman buat mereka namun hari itu menjadi tempat yang paling tidak aman. Sebuah kendaraan telah menabrak kerumunan pejalan kaki tersebut dan menyebabkan 9 pejalan kaki tewas.</p>
<p style="text-align:justify;">Awalnya dalam bayanganku mereka sedang menyeberang jalan, namun setelah browsing di internet ternyata mereka ada di trotoar tempat yang memang dikhususkan buat pejalan kaki. Hingga kini berita tersebut menjadi topik terhangat di negeri ini. Beberapa teman mengirimkan video tentang “kedasyatan” kecelakaan itu. Saat melihat video itu tak tega rasanya melihat beberapa anak muda sepulang bermain footsal tergeletak tak berdaya. Atau ketika melihat seorang bapak yang mengendong anaknya sambil memberikan susunya, padahal anak kecil tersebut sudah tak bernyawa. Hingga seseorang menyadarkan bapak tersebut bahwa anaknya sudah meninggal.<span id="more-868"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Sedih rasanya melihat kejadian tersebut, apalagi setelah diketahui bahwa pengemudi tersebut tidak membawa SIM atau Surat Ijin Mengemudi. Lebih parah lagi, SIM pengemudi tersebut telah habis masa berlakunya.</p>
<p style="text-align:justify;">Betapa nyawa di negeri ini dengan mudah tergadaikan di jalan raya. Aturan yang seharusnya dipatuhi, namun oleh beberapa orang dengan sadar dilanggar. Sepulangku dari Perancis, aku pernah berujar bahwa aku kembali ke dunia nyata dan hutan rimba yang di dalamnya hanya ada aturan rimba. Sapa yang kuat dialah pemenangnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Masih saja aku ingat saat aku pertama kali naik motor di Jogja sepulang dari Perancis, betapa aku sering ngomel-ngomel di jalan melihat perilaku orang-orang yang berkendaraan tak sesuai aturan. Contohnya saja, ketika lampu lalu lintas sudah menyala kuning, bukannya memelankan kendaraanya tapi malah mempercepat. Jika kita memelankan kendaraan kita yang ada kita diklakson kendaraan di belakang kita. Awalnya aku cuek aja, namun karena keseringan di klakson, terkadang aku malah ngomelin kendaraan yang mengklaksonku sambil mengatakan bahwa aturan dimana-mana itu kalau lampu kuning menyala ya harusnya memelankan kendaraannya bukan malah mempercepat kendaraan.</p>
<p style="text-align:justify;">Banyak sekali orang yang melanggar aturan di sekitarku, antara lain ketika kita akan membelok. Masih banyak diantara kita yang berjalan atau berkendaraan di jalur yang tidak seharusnya. Hanya dengan alasan jika kita membelokkan kendaraan di tempat yang sudah ditentukan itu jaraknya jauh, jadi mending ya melawan arus. Toh banyak juga yang melakukan hal tersebut. Nah lho, hanyo ngaku saja yang masih sering melakukan hehehe. Itu pakai aturan sapa ya?? Aturan rimba kan ya, bukan aturan lalu lintas hehehe</p>
<p style="text-align:justify;">Jika dibandingkan dengan negara-negara di Eropa, lebih nyaman berkendaraan atau jalan kaki disana. Pejalan kaki disana malah sangat dihormati. Diberikan tempat yang aman. Pengalaman berjalan kaki di eropa ini lah yang terkadang aku rindukan. Kapan ya aku bisa merasakan nyamannya jalan kaki, nyamannya naik kendaraan umum tanpa takut atau betapa nyamannya berkendaraan di jalan raya.</p>
<p style="text-align:justify;">Seringnya aku jalan-jalan di eropa hingga terkadang membuatku harus pulang tengah malam. Naik tram yang nyaman dan aman, sehingga tidak membuatku ketakutan pergi sendiri. Atau berjalan-jalan dengan enaknya sambil jeprat jepret beberapa bangunan yang indah tanpa takut ditabrak kendaraan lain karena area pejalan kakinya luas dan tidak dipakai untuk berjualan. Menyeberang jalan dengan aman tanpa takut diklakson atau di caci maki pengendara lain, bahkan malah sering dipersilakan menyeberang jalan.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagaimana di Indonesia? Ketika aku jalan kaki di trotoar saja terkadang masih sering diklakson orang dari belakang, padahal aku jalan di tempat yang benar. Pengendara motor saja yang salah, mereka berada di jalan yang salah. Bagaimana tidak jika jalur yang mereka lalui itu adalah jalur yang berlawanan arah dengan mereka. Terkadang aku malah ngomel-ngomelin mereka sambil berkata “kamu kan yang salah, kenapa mesti main klakson”. Apakah mentang-mentang mereka naik motor lalu mereka bisa jadi raja jalanan ?</p>
<p style="text-align:justify;">Terkadang kita sudah bersikap sesuai dengan aturan namun orang lain tidak begitu, hingga terkadang kita yang sudah berhati-hatipun bisa juga terkena dampaknya. Namun apakah karena banyak yang melanggar aturan jalan raya, sehingga kita juga harus meniru mereka? Mulailah dari diri sendiri untuk mematuhi aturan di semua bidang tanpa harus memperhatikan orang lain.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/threeas.wordpress.com/868/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/threeas.wordpress.com/868/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/threeas.wordpress.com/868/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/threeas.wordpress.com/868/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/threeas.wordpress.com/868/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/threeas.wordpress.com/868/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/threeas.wordpress.com/868/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/threeas.wordpress.com/868/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/threeas.wordpress.com/868/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/threeas.wordpress.com/868/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/threeas.wordpress.com/868/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/threeas.wordpress.com/868/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/threeas.wordpress.com/868/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/threeas.wordpress.com/868/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=threeas.wordpress.com&amp;blog=1779368&amp;post=868&amp;subd=threeas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://threeas.wordpress.com/2012/01/24/kesadaran-berkendaraan-di-jalan-raya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f26da4f28ef9d7a020beb6688105e61d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Threeas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Solo Travelling : Curug Nangka , Curug Daun dan Curug Kawung</title>
		<link>http://threeas.wordpress.com/2012/01/22/solo-travelling-curug-nangka-curug-daun-dan-curug-kawung/</link>
		<comments>http://threeas.wordpress.com/2012/01/22/solo-travelling-curug-nangka-curug-daun-dan-curug-kawung/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Jan 2012 16:17:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>threeas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jalan-jalan]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://threeas.wordpress.com/?p=845</guid>
		<description><![CDATA[Long weekend kali ini aku isi dengan jalan-jalan di kota Bogor. Sudah hampir 5 tahun aku tinggal di sini, namun hanya beberapa tempat wisata yang aku kunjungi. Bahkan aku hampir tidak ada kenangan di kota ini. Jika dibandingkan saat aku di Perancis kemarin, sangat berbeda sekali kebiasaanku. Di Perancis, hampir tiap weekend aku selalu jalan-jalan, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=threeas.wordpress.com&amp;blog=1779368&amp;post=845&amp;subd=threeas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Long weekend kali ini aku isi dengan jalan-jalan di kota Bogor. Sudah hampir 5 tahun aku tinggal di sini, namun hanya beberapa tempat wisata yang aku kunjungi. Bahkan aku hampir tidak ada kenangan di kota ini. Jika dibandingkan saat aku di Perancis kemarin, sangat berbeda sekali kebiasaanku. Di Perancis, hampir tiap weekend aku selalu jalan-jalan, pokoknya kapan lagi aku bisa jalan-jalan di Grenoble, pikirku saat itu. Namun saat aku di Indonesia tak pernah sekalipun aku berencana mengelilingi negeriku sendiri. Kini aku punya mimpi untuk bisa keliling Indonesia sebelum aku keliling dunia lagi. Aku ingin mengenal negeri indah ini dan mempromosikan ke teman-temanku di luar sana.</p>
<p style="text-align:justify;">Perjalanan keliling Indonesia, aku mulai dari kota di mana aku tinggal sekarang. Ya kota Bogor menjadi kota awal dimana aku ingin mengenal negeri seindah negeri Indonesia. Negeri yang akan aku rindukan saat aku berada di luar negeri.</p>
<p style="text-align:justify;">Bogor, selain wisata belanja banyak sekali menyimpan tempat wisata yang indah. Dua hari yang lalu aku sempat browsing tempat wisata di Bogor dan aku menemukan banyak sekali curug atau air terjun di kota ini. Wah air terjun, pasti bersih nih udara dan airnya.<span id="more-845"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Kuputuskan untuk long weekend ini aku pergi ke Curug Nangka di Ciapus. Aku menggunakan angkot sebagai transportasinya. Dimulai dari Cibinong menuju Warung Jambu naik angkot 08 jurusan Citereup – Bogor dengan biaya Rp 3.000,- . Lanjut ke BTM menggunakan angkot 08 jurusan Ramayana – Warung Jambu dengan biaya Rp 3.000,-. Setelah itu lanjut naik angkot Jurusan Ramayana – Ciapus turun di pertigaan depan The Highland Park Hotel and Resort dengan biaya Rp 5.000,-. O iya, saat naik jangan lupa untuk menanyakan ke sopir angkotnya apakah lewat Curug Nangka atau tidak. Eit, jangan dipikir ini udah sampai ya. Setelah turun, perjalanan dilanjutkan dengan jalan kaki atau naik ojek. Kalau naik ojek biayanya RP 10.000,- , tukang ojeknya akan mengantarkan kita sampai ke parkiran. Tiket masuk ke curug ini sebesar Rp 7.500,-</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah melewati pintu gerbang, kita akan menemukan hamparan pohon pinus di kanan kiri jalan. Setelah itu tempat parkiran sepeda motor dan beberapa warung-warung makan.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://threeas.files.wordpress.com/2012/01/504.jpg"><img class="size-full wp-image-854 aligncenter" title="50" src="http://threeas.files.wordpress.com/2012/01/504.jpg?w=497&#038;h=331" alt="" width="497" height="331" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Perjalanan masih panjang ya hehehe.. Pertama kali kita lewati jembatan kayu. Ikuti saja jalan setapak yang sudah ada. Tapi hati-hati , kalau ingin ke curug Nangka pilih belokan ke kanan dan ikuti jalan sungai yang ada. Kalau tidak, kita akan terbawa ke Curug Kawung yang berada di atasnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://threeas.files.wordpress.com/2012/01/481.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-855" title="Jembatan Kayu" src="http://threeas.files.wordpress.com/2012/01/481.jpg?w=497" alt=""   /></a></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Untuk mencapai curug Nangka, kita harus melewati alur sungai yang ada. Awalnya aku ingin melewati alur sungai tersebut, namun sayang agak sedikit mendung jadi aku putuskan untuk melihat Curug Nangka dari atas saja. Lumayan lah dapat juga foto curugnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://threeas.files.wordpress.com/2012/01/43.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-856" title="Curug Nangka" src="http://threeas.files.wordpress.com/2012/01/43.jpg?w=497" alt=""   /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Perjalanan dilanjutkan ke Curug Daun. Ini awalnya sempat aku binggung, kenapa dinamakan curug Daun ya. Udah gitu ga tinggi-tinggi amat hehehe.. <a href="http://threeas.files.wordpress.com/2012/01/37.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-857" title="Curug Daun" src="http://threeas.files.wordpress.com/2012/01/37.jpg?w=497&#038;h=331" alt="" width="497" height="331" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Yuk lanjut lagi ke Curug Kawung. Sepanjang jalan banyak aku temui riak air yang indah, sayang untuk dilewatkan untuk di foto. Jeprat jepret sana sini sambil belajar menggunakan settingan manual di Kamera Nikonku. Akibatnya aku terlalu lama di jalan. Namun semua aku nikmati, toh jalan-jalan ini kan memang tujuan utamanya belajar foto air terjun hehehe. Memilih menggunakan beberapa settingan aperture dan shutter speed yang terkadang menghasilkan foto yang gelap sekali, kadang fotonya terang sekali dan lain-lain. Asyik lah, sambil jalan-jalan bisa belajar foto segala. Walaupun hasilnya masih belum bagus juga, maklum masih amatiran.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://threeas.files.wordpress.com/2012/01/55.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-862" title="55" src="http://threeas.files.wordpress.com/2012/01/55.jpg?w=497&#038;h=372" alt="" width="497" height="372" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Akhirnya aku sampai juga di curug Kawung. Hanya satu kata yang terucap, indah sekali ciptaan Tuhan ini. Indah banget air terjunnya. Yak, latihan memotret air terjun mulai dilakukan. Mulai dari ambil posisi dekat, jauh, samping kiri maupun samping kanan. Berbagai settingan dilakukan, dari menaikkan shutter speed, menurunkan shutter speed, menaikkan aperture hingga menurunkan aperture. Seru juga ternyata liburan sambil belajar memotret. Menikmati dinginnya air dan melihat beberapa orang yang sedang berbasah-basahan di bawah air terjun ternyata nikmat juga.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://threeas.files.wordpress.com/2012/01/16.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-858" title="Curug Kawung" src="http://threeas.files.wordpress.com/2012/01/16.jpg?w=497" alt=""   /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://threeas.files.wordpress.com/2012/01/22.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-859" title="22" src="http://threeas.files.wordpress.com/2012/01/22.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a>Perhatianku mulai beralih ke dua orang nenek yang berjualan makanan di curug itu. Jujur saja, untuk menuju ke curug itu jalannya jauh dan agak sedikit menanjak, entah bagaimanan caranya dua nenek tersebut bisa sampai ke curug itu. Tak tampak sedikitpun kelelahan di wajahnya. Dua nenek tersebut mengingatkanku pada nenekku yang baru saja meninggal. Bagaimana tidak, nenekku dulu juga seorang pekerja keras. Entah kenapa aku tidak bisa menolak kata hatiku untuk membeli dagangan nenek itu. Kuhampiri nenek itu dan bertanya berapa harga dari gorengan dan nasi kuning tersebut. Tak sepatah katapun yang bisa aku pahami dari ucapan nenek itu. Ingin rasanya kutanyakan umurnya dan kenapa beliau masih berjualan. Namun aku tidak bisa berkata-kata lagi, nenek itu hanya bisa berkata dalam bahasa Sunda. Aku sendiri tak paham dengan bahasa Sunda. Akhirnya hanya memperhatikan tingkah laku nenek tersebut. Ya aku membeli nasi kuning dan gorengan tersebut. Karena aku hanya ingin membantu nenek tersebut. Mungkin bagiku kecil, namun bagi nenek tersebut pasti berguna sekali.</p>
<p style="text-align:justify;">Saat asyik-asyiknya melihat nenek tua renta itu, tiba-tiba seorang ibu mendatangiku dan meminta tolong untuk memotret dirinya bersama suaminya di bawah air terjun. Aku potretlah mereka dengan kamera ponselnya. Setelah mereka puas dengan hasil jepretanku, aku pamit untuk turun.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://threeas.files.wordpress.com/2012/01/54.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-860" title="54" src="http://threeas.files.wordpress.com/2012/01/54.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a>Di perjalanan turun ke bawah, aku bertemu dengan sebuah rombongan, salah satu diantara mereka menanyakan jarak ke curug Kawung. Aku bilang si tinggal dikit lagi. Sambil berkata airnya tidak terlalu banyak, jadi agak ga baguslah buat motret. O iya di sini pula aku menemukan tanda penghormatan. Entahlah kenapa tanda itu bisa ada di sini.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika sampai dibawah, aku lihat pengunjung semakin banyak. Ada yang mendirikan tenda, ada yang sekedar ngobrol, ada yang sedang makan jagung dan masih banyak lagi aktifitas lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Aku putuskan jalan kaki menuju pertigaan tempat aku menunggu angkutan. Ya ternyata ga jauh-jauh amat tuh jalan kaki. Enak, bisa ambil foto diberbagai tempat sambil menikmati keindahan dan segarnya udara.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://threeas.files.wordpress.com/2012/01/52.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-861" title="52" src="http://threeas.files.wordpress.com/2012/01/52.jpg?w=497&#038;h=331" alt="" width="497" height="331" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Perjalanan kali ini memberiku banyak pelajaran, selain pelajaran memotret, aku mendapatkan pelajaran bahwa sesuatu yang indah akan kita dapatkan dengan perjalanan yang menanjak dan berliku. Seindah-indahnya negeri orang, ternyata negeri Indonesia sangat indah sekali. Seorang nenek yang sudah tua renta pun masih sigap dalam meniti jalan ke puncak, rela menempuh perjalanan itu untuk sesuap nasi.</p>
<p style="text-align:justify;">Tuhan, terimakasih atas semua perjalanan indah ini. Perjalanan yang akan selalu aku kenang setiap detik langkahku.</p>
<p style="text-align:justify;">Bogor, 22 January 2012</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/threeas.wordpress.com/845/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/threeas.wordpress.com/845/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/threeas.wordpress.com/845/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/threeas.wordpress.com/845/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/threeas.wordpress.com/845/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/threeas.wordpress.com/845/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/threeas.wordpress.com/845/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/threeas.wordpress.com/845/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/threeas.wordpress.com/845/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/threeas.wordpress.com/845/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/threeas.wordpress.com/845/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/threeas.wordpress.com/845/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/threeas.wordpress.com/845/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/threeas.wordpress.com/845/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=threeas.wordpress.com&amp;blog=1779368&amp;post=845&amp;subd=threeas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://threeas.wordpress.com/2012/01/22/solo-travelling-curug-nangka-curug-daun-dan-curug-kawung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f26da4f28ef9d7a020beb6688105e61d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Threeas</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://threeas.files.wordpress.com/2012/01/504.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">50</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://threeas.files.wordpress.com/2012/01/481.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Jembatan Kayu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://threeas.files.wordpress.com/2012/01/43.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Curug Nangka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://threeas.files.wordpress.com/2012/01/37.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Curug Daun</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://threeas.files.wordpress.com/2012/01/55.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">55</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://threeas.files.wordpress.com/2012/01/16.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Curug Kawung</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://threeas.files.wordpress.com/2012/01/22.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">22</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://threeas.files.wordpress.com/2012/01/54.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">54</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://threeas.files.wordpress.com/2012/01/52.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">52</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tulisan dalam kehidupan</title>
		<link>http://threeas.wordpress.com/2012/01/11/tulisan-dalam-kehidupan/</link>
		<comments>http://threeas.wordpress.com/2012/01/11/tulisan-dalam-kehidupan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Jan 2012 14:33:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>threeas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita-cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[My Friends]]></category>
		<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://threeas.wordpress.com/?p=839</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari ini begitu banyak pelajaran yang aku dapatkan dari sekelilingku. Mulai dari berbagai macam masalah yang tiba-tiba menghampiriku tanpa aku duga, diskusi kecil-kecilan dengan beberapa sahabat sampai beberapa link tulisan dari berbagai teman yang mampu membuka cara pandangku dan mendinginkan sedikit gejolak yang ada dalam pikiranku. Pilihan menjadi netral diantara kepungan idealis dan tempuran [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=threeas.wordpress.com&amp;blog=1779368&amp;post=839&amp;subd=threeas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Beberapa hari ini begitu banyak pelajaran yang aku dapatkan dari sekelilingku. Mulai dari berbagai macam masalah yang tiba-tiba menghampiriku tanpa aku duga, diskusi kecil-kecilan dengan beberapa sahabat sampai beberapa link tulisan dari berbagai teman yang mampu membuka cara pandangku dan mendinginkan sedikit gejolak yang ada dalam pikiranku.</p>
<p style="text-align:justify;">Pilihan menjadi netral diantara kepungan idealis dan tempuran beberapa kelompok terkadang menjadi pilihan yang sulit. Sedikit menjauh dari rutinitas dan focus pada tujuan utama malah sering dianggap berpihak pada salah satu kubu. Kebinggungan yang mulai menyerang akhirnya tumpah di email dan chattingan ke beberapa sahabat. Mungkinkah ini shock culture? Entahlah yang pasti semuanya menjadi serba salah ketika harus berhadapan dengan kehidupan nyata. Kehidupan yang ingin segera aku tinggalkan untuk sekedar menarik nafas panjang dan kembali berlari mengejar mimpi yang tak pernah bisa hilang dari pikiranku selama ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Allah memang maha penyayang, saat nafas ini sudah sesak dan dada ini sudah tak mampu menahan semua beban yang datang. Tiba-tiba aku dikejutkan sebuah note yang panjang yang mampu memberiku setitik cahaya untukku berjalan lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">Entahlah kenapa note itu menarik perhatianku, note yang menceritakan kisah yang mirip dengan apa yang aku alami saat itu. Penyadaran bahwa pemilihan kata-kata dalam penulisan di blog ataupun status di jejaring social walaupun sudah dihapus akan tetap tersimpan rapi di sebuah alamat di dunia maya. Hal itu sama dengan sebuah perkataan yang sudah kita lontarkan dan menyakiti hati seseorang, kata-kata itu akan tersimpan rapi di lubuk hati orang yang tersakiti. Perkataan ataupun penulisan ternyata efeknya bisa setajam silet sehingga mampu membuat orang yang tersakiti akan mengingatnya sampai kapanpun. Seperti saat kita membuat sebuah lubang di kertas dengan pulpen dan kemudian  kita cabut pulpen tersebut. Kertasnya akan berlubang dan tak bisa direkatkan lagi. Walaupun sudah kita rekatkan dengan lem namun bekasnya masih ada.<span id="more-839"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Diawal blog ini aku buat, tulisanku sudah membuat masalah dalam kehidupanku. Membuatku untuk berfikir lagi apakah memang perlu aku melanjutkan menulis semua pengalaman hidupku dalam dunia maya ini. Berfikir untuk memperbaiki lagi tema tulisan yang pantas aku publish dan berharap tidak akan pernah lagi mengulangi kesalahanku untuk kedua kalinya yaitu menuliskan tema yang salah. Namun ternyata dua tahun yang lalu, aku melupakan janjiku sendiri. Kembali aku menulis sebuah kalimat yang mampu membuat orang lain tersinggung dan aku baru menyadarinya kemarin saat orang tersebut menyindir kalimat yang pernah aku tulis di blogku tiga tahun yang lalu.</p>
<p style="text-align:justify;">Blog ataupun jejaring social di dunia maya ternyata mudah sekali diakses, apalagi dengan bantuan mbah Google. Seakan dunia kita tak ada yang bisa kita tutupi lagi. Namun apakah dengan mudahnya akses tersebut, maka dengan bebasnya pula kita menuliskan semua apa yang kita rasakan pada media tersebut? Hingga kalimat caci maki, hinaan ataupun pembunuhan karakter dengan mudahnya kita tulis tanpa memikirkan dampaknya? Bahkan bisa dibilang twit war dll dengan mudah kita temukan di jejaring social. Sindir-sindiran atau secara terang-terangan menyerang orang pun dengan mudah kita baca dalam status-status rekan atau teman kita. Tidak bisakah kita menggunakan kemudahan fasilitas tersebut dengan sehat??</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin benar apa yang diungkapan seorang teman di note dan statusnya “there is a difference between getting a degree and having an education”, awalnya ga ngeh dengan kalimat tersebut. Namun setelah aku baca notenya, akhirnya aku mengerti maksudnya. Memang banyak orang yang sekolah namun ternyata ada bedanya antara orang yang sekolah untuk mencari gelar dengan orang yang berpendidikan walaupun orang berpendidikan itu belum tentu dia bersekolah.</p>
<p style="text-align:justify;">Diskusi panjang dengan tema “pulang atau tidak pulang setelah sekolah di luar negeri” ataupun “pilihan bersekolah di dalam negeri atau di luar negeri”, akhir-akhir ini menghiasi wall facebook beberapa teman-temanku. Dan sebagai dampaknya aku kena colekan atau cubitan dari teman-temanku dan imbasnya aku berkomentar di status mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika saja aku masih seperti dulu, mungkin yang akan keluar dari tulisanku adalah komentar-komentar yang memojokkan teman-temanku, namun semua itu sudah berubah kini. Aku bersikap netral untuk tema-tema yang sensitive, karena aku ingat dengan perkataan guruku “semua itu adalah pilihan selera trias, coba kamu diskusi warna kesukaan sama temanmu. Apa yang terjadi?? Pasti ga ada ujungnya bukan diskusi tersebut. Itu pilihan hidup trias, yang ga bisa dihakimi siapapun. “ Dan untuk setiap tema tersebut, aku berusaha mencari solusi terbaik buat kedua belah pihak, dan selalu mengatakan bahwa semuanya benar, tidak ada yang salah.</p>
<p style="text-align:justify;">Belajar dari semua pengalaman itu, membuatku lebih berhati-hati kembali dalam menulis ataupun berkata apa-apa. Karena tulisan dan perkataan kita adalah cerminan dari karakter kita. Terimakasih teman sudah menyadarkan aku akan sebuah dampak dari dunia maya dan tulisan-tulisan kita.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Bogor, 11 January 2012</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/threeas.wordpress.com/839/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/threeas.wordpress.com/839/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/threeas.wordpress.com/839/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/threeas.wordpress.com/839/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/threeas.wordpress.com/839/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/threeas.wordpress.com/839/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/threeas.wordpress.com/839/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/threeas.wordpress.com/839/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/threeas.wordpress.com/839/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/threeas.wordpress.com/839/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/threeas.wordpress.com/839/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/threeas.wordpress.com/839/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/threeas.wordpress.com/839/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/threeas.wordpress.com/839/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=threeas.wordpress.com&amp;blog=1779368&amp;post=839&amp;subd=threeas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://threeas.wordpress.com/2012/01/11/tulisan-dalam-kehidupan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f26da4f28ef9d7a020beb6688105e61d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Threeas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PNS vs TOEFL 600</title>
		<link>http://threeas.wordpress.com/2012/01/02/pns-vs-toefl-600/</link>
		<comments>http://threeas.wordpress.com/2012/01/02/pns-vs-toefl-600/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Jan 2012 14:17:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>threeas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita-cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://threeas.wordpress.com/?p=833</guid>
		<description><![CDATA[Awal tahun baru ini sedikit banyak aku dikejutkan oleh beberapa statement dari sebagian teman-temanku, komentar-komentar negatif akibat statement seorang menteri yang dirilis beberapa media elektronik. Pertamanya sih aku baca berita ini di running teks sebuah televisi, wuih tinggi banget juga syarat toefl buat jadi PNS, batinku saat itu. Aku pikir itu ga bakalan jadi polemik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=threeas.wordpress.com&amp;blog=1779368&amp;post=833&amp;subd=threeas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Awal tahun baru ini sedikit banyak aku dikejutkan oleh beberapa statement dari sebagian teman-temanku, komentar-komentar negatif akibat statement seorang menteri yang dirilis beberapa media elektronik. Pertamanya sih aku baca berita ini di running teks sebuah televisi, wuih tinggi banget juga syarat toefl buat jadi PNS, batinku saat itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku pikir itu ga bakalan jadi polemik di jejaring sosial, tapi ternyata dugaanku salah. Beberapa teman memposting berita-berita yang berkaitan dengan statement seorang menteri itu. Mulai dari komentar sinis nilai TOEFL dari menteri tersebut, kemudian manfaatnya jika PNS mempunyai nilai TOEFL yang tinggi sampai komentar bapak menteri tersebut bakalan tidak mempunyai pegawai jika syarat tersebut diberlakukan.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku sih jadi penasaran saja siapakah bapak menteri ini terutama latar belakang pendidikannya. Tidak mungkin seseorang yang tidak mengerti medan akan mengeluarkan statement yang aneh-aneh, apalagi beliau adalah seorang menteri.</p>
<p style="text-align:justify;">Akhirnya aku bertanya pada mbah Google tentang Bapak Gita Wirjawan yang merupakan menteri perdagangan dan yang mengeluarkan statemen bahwa  beliau akan mewajibkan jajaran &#8216;anak buahnya&#8217; di kementerian perdagangan memiliki skor TOEFL (Test of English as a Foreign Language) minimal 600.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan hanya mengetik Gita Wirjawan di mbah Google, kutemukan latar belakang pendidikannya.  Menurut Wikipedia, Gita Wirjawan lahir di Jakarta pada tanggal 21 September 1965, putra dari pasangan Wirjawan Djojosoegito dan Paula Warokka Wirjawan.  Menempuh pendidikan S1 di Amerika Serikat dan menyelesaikan kuliahnya  pada tahun1992 di Kennedy School of Government jurusan administrasi bisnis. Kemudian melanjutkan S2 di Harvard University jurusan public administration.<span id="more-833"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Dari latar belakangnya pun bisa dipastikan TOEFL nya lebih dari 500, bahkan mungkin bisa mencapai 600. jadi kalau ada yang meragukan nilai TOEFL dari beliau, sepertinya hanya mereka-mereka yang asal ngomong tanpa tahu ataupun berusaha mencari tahu latar belakang pendidikan dari beliau. Setidaknya itu memberiku pelajaran bahwa tidak semua menteri itu memiliki nilai TOEFL dibawah 500, tidak sepantasnya kita mengeneralisirkan semua orang. Sebaiknya sih kita perlu cek dan ricek terlebih dahulu, apakah jika statement yang akan kita bikin itu sudah kita cek kebenarannya. Jangan asal ngomong tanpa bukti.</p>
<p style="text-align:justify;">Bukannya diriku membela bapak menteri tersebut ataupun meragukan nilai TOEFL beliau. Namun setahuku untuk masuk universitas di Amerika, orang asing pun harus memenuhi persyaratan minimal nilai TOEFL. Kalau ga salah sih rata-rata nilai TOEFL untuk bisa diterima di salah satu universitas di Amerika adalah 550, berdasarkan websitenya Harvard University  minimum TOEFLnya adalah 600, plus biasanya untuk anak-anak ekonomi wajib melampirkan nilai GMAT juga. Jadi kita pun bisa mendapatkan jawaban atas pertanyaan kita sendiri, berapakah score TOEFL dari bapak menteri tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Lalu pertanyaan berikutnya adalah, apa manfaat nilai TOEFL tersebut ya buat PNS?? Aku juga binggung, manfaatnya apa hehehe..Sebaiknya sih tanyakan pada bapak menteri tersebut untuk lebih jelasnya. Namun kalau aku yang ditanya, pasti akan aku jawab salah satu manfaatnya adalah bisa dengan mudah mendapatkan beasiswa buat sekolah lagi hehehe. Kan salah satu syaratnya dapat beasiswa terkadang adalah nilai score TOEFL.</p>
<p style="text-align:justify;"> Fakta yang ada di masyarakat adalah terkadang ada orang yang sangat fasih berbahasa Inggris dan lancar kalau ngobrol dengan orang asing, namun ternyata saat di tes TOEFL nilainya jelek. Lalu apakah kita bisa menghakimi orang tersebut tidak bisa bahasa Inggris? Apakah nilai TOEFL yang tinggi bisa distandarkan dengan kefasihan berbahasa Inggris?</p>
<p style="text-align:justify;">Yang bisa aku katakan disini sefasih-fasihnya kita berbahasa Inggris mungkin tidak bisa sefasih orang Inggris, Australia, Amerika atau negara-negara yang berbahasa Inggris. Tahu sendiri kan bahasa Inggris bukan bahasa ibu kita dan bukan bahasa nasional kita. Coba kita bandingkan dengan bahasa Indonesia, jika ada test kemampuan berbahasa Indonesia, nilai kita berapa coba? Sudah baguskah bahasa Indonesia kita dalam pergaulan? Kalau bahasa Indonesia kita saja masih sangat jauh dari sempurna, apalagi bahasa Inggris?? Atau kita lebih bangga untuk berbahasa Inggris daripada berbahasa Indonesia?</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi menurutku, kalau ada seorang menteri yang mensyarat nilai TOEFL “setinggi” itu, tanyakanlah apa tujuan kedepannya, walaupun agak kontroversi namun buatku ya sah-sah saja ko. Yang jadi pertanyaan buatku adalah sebenarnya kenapa syarat tersebut tidak berlaku juga buat para anggota DPR yang hobinya keluar negeri ya?? Secara mereka kan kalau di luar negeri ngobrol ma anggota dewan di negara yang mereka kunjungi juga kan ya? Atau jangan-jangan para anggota DPR tersebut ke luar negeri dengan alasan study banding didampingi dengan para penerjemah ya??</p>
<p style="text-align:justify;">Yang perlunya dikritisi tersebut adalah bagaimana nasih para PNS tersebut yang nilainya dibawah 600, apakah akan dipecat atau ada kebijakan lainnya. Dan satu lagi mungkin sebaiknya kita tanyakan manfaat dan tujuan PNS di Kementerian Perdagangan (Kemdag) memiliki nilai TOEFL 600 dan bagaimana upaya bapak menteri tsb menaikkan nilai score pegawainya. Kalau pun nanti para pegawai Kemdag itu dikursusin, pertanyaan selanjutnya adalah uang darimana untuk biaya kursus tersebut. Janganlah kita mengkritik hal-hal yang tidak penting.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebaiknya kita mencerna sesuatu itu dengan pelan-pelan dan berfikir jernih. Jangan mudah terpancing emosi sehingga yang keluar dari mulut kita adalah statement-statement yang tidak ada buktinya.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Bogor, 2 January 2012</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/threeas.wordpress.com/833/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/threeas.wordpress.com/833/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/threeas.wordpress.com/833/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/threeas.wordpress.com/833/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/threeas.wordpress.com/833/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/threeas.wordpress.com/833/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/threeas.wordpress.com/833/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/threeas.wordpress.com/833/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/threeas.wordpress.com/833/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/threeas.wordpress.com/833/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/threeas.wordpress.com/833/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/threeas.wordpress.com/833/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/threeas.wordpress.com/833/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/threeas.wordpress.com/833/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=threeas.wordpress.com&amp;blog=1779368&amp;post=833&amp;subd=threeas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://threeas.wordpress.com/2012/01/02/pns-vs-toefl-600/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f26da4f28ef9d7a020beb6688105e61d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Threeas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bunda, You are everything for us</title>
		<link>http://threeas.wordpress.com/2011/12/29/bunda-you-are-everything-for-us/</link>
		<comments>http://threeas.wordpress.com/2011/12/29/bunda-you-are-everything-for-us/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Dec 2011 08:32:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>threeas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita-cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[My Family]]></category>
		<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://threeas.wordpress.com/?p=829</guid>
		<description><![CDATA[Seminggu yang lalu banyak sekali status di FB yang menuliskan « Happy mother day », mengucapkan terima kasih kepada bunda kita. Namun apakah ucapan terima kasih kita diketahui bunda kita ya? Sudahkah kita menelephon bunda kita pada hari itu? Ataukah kita hanya mengucapkan terima kasih kita pada tanggal 22 Desember saja, setelah itu ya lupa deh dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=threeas.wordpress.com&amp;blog=1779368&amp;post=829&amp;subd=threeas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Seminggu yang lalu banyak sekali status di FB yang menuliskan « Happy mother day », mengucapkan terima kasih kepada bunda kita. Namun apakah ucapan terima kasih kita diketahui bunda kita ya? Sudahkah kita menelephon bunda kita pada hari itu? Ataukah kita hanya mengucapkan terima kasih kita pada tanggal 22 Desember saja, setelah itu ya lupa deh dengan jasa-jasa bunda kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebenarnya tidak ada tradisi di keluargaku untuk memperingati hari ibu. Tidak ada kegiatan yang membebaskan bundaku dari pekerjaan sehari-hari di tanggal tersebut. Tidak ada kado ataupun sekedar ucapan terima kasih. Buat kami tanggal 22 Desember adalah hari biasa, yang tak perlu diperingati secara berlebihan. Dan bundaku pun tak pernah mengharapkan ucapan ataupun kado dari anak-anaknya.</p>
<p style="text-align:justify;">Bisa dibilang kakak-kakakku dan aku adalah anak-anak tercuek di dunia ini. Namun bagi kami, membahagiakan bunda kami tercinta, memberinya kado ataupun perhatian bisa kami lakukan kapanpun, tak perlu nunggu hari istimewa seperti ulang tahun ataupun hari ibu. Saat kami ingin membebaskan bunda kami dari pekerjaannya, bisa kami lakukan saat kami pulang ke rumah. Saat kami ingin memberikan kado buat bunda, kami pun tak perlu nunggu saat bunda ultah ataupun hari ibu. Jika ada rejeki, kami selalu mengirimkan sesuatu kepada bunda kami.<span id="more-829"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Tak istimewanya hari itu membuatku terlihat cuek saat bunda mengirimkan sms yang bertuliskan “Ingat-ingatlah kebaikan bunda. Lupakanlah kejelekan bunda. Maafkan lah kesalahan bunda. Amien”. Sms itu bunda kirimkan tanggal 22 Desember 2011 jam 15:30, disaat aku masih di kantor. Sesaat membaca sms itu, aku terkejut. Tumben bunda menuliskan sms seperti ini. Tidak biasanya bunda menuliskan sms yang aneh menurutku. Berhubung setiap sabtu pagi merupakan jadwal menelephon orang tua, jadinya aku acuhkan sms tersebut. Toh bundaku tahu, jam segitu aku masih di kantor, dan bukan hal yang penting, pikirku saat itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Hari sabtunya, aku tanyakan maksud sms bundaku itu. Bundaku hanya cerita, saat itu disebuah perkumpulan ibu-ibu ada perlombaan menuliskan kata-kata indah dari seorang ibu kepada anak-anaknya.  Setelah itu kalimat indahnya dikirimkan ke hp anak-anaknya, dan barang siapa yang mendapatkan balasan dari anak-anaknya plus kata-katanya menarik akan mendapatkan hadiah. Bundaku iseng saja mengikuti perlombaan tersebut, perlombaan yang diadakan untuk menyambut hari ibu. Ternyata kata-kata yang bunda tuliskan buat kami mendapat nilai terbaik menurut panitia, namun sayangnya tak ada satupun dari kami anak-anaknya yang membalas smsnya. Saat ditanya sama panitia, bundaku hanya berkata “Kedua anak-anak saya saat ini sedang bekerja, jadi mungkin HP nya sedang tidak aktif. Yang satu sibuk ngajar jadi dosen trus yang satunya lagi sibuk di lab. Mungkin nanti kalau sudah baca smsnya baru bisa balas.” Walaupun akhirnya bundaku kalah, namun bundaku ga pernah menyesali kekalahan tersebut. Bundaku masih yakin bahwa kami tidak pernah melupakan beliau.</p>
<p style="text-align:justify;">Saat mendengar ceritanya, hatiku sedikit tersayat. Betapa aku terlalu cuek dengan sebuah sms dari bundaku. Betapa aku terlalu tidak mementingkan sebuah sms. Yang hanya bisa aku ucapkan saat itu adalah permintaan maaf karena tidak begitu perhatiannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Pagi tadi kembali aku ingat sebuah film yang direkomendasikan oleh seorang teman. Sebuah film yang berjudul “I don’t know how she does it”, akhirnya aku putuskan untuk melihat film tersebut dikala kantor masih sepi dan streamingnya berjalan lancar. Kunikmati perlahan-lahan film tersebut, kuperhatikan setiap detik adegan yang ada. Betapa aku melihat pontang-pantingnya seorang ibu yang harus mengurus dua orang anak, seorang suami dan tetap bekerja. Betapa si ibu beberapa kali harus meninggalkan anak-anaknya untuk sebuah pekerjaan. Masih aku ingat sepulang kerja, beliau masih harus mengurusi anak-anaknya, atau sebelum berangkat ke kantor si ibu masih bisa mengantarkan anaknya ke sekolah,atau ketika malam tiba si ibu diam-diam menciumi anak-anaknya di saat anak-anaknya sudah tidur.</p>
<p style="text-align:justify;">Bener-bener memperlihatkan aku betapa hebatnya seorang ibu yang selain mengurus keluarga juga mengambil kesempatan bekerja. Terharu saat aku melihat si ibu yang akhirnya memutuskan untuk menunda pekerjaannya hanya karena ingin membuat boneka salju bersama anak-anaknya. Walaupun sebelumnya dia harus berargumen sama bosnya, dan tidak peduli dengan pekerjaannya lagi. Karena hal terpenting bagi dirinya adalah keluarganya. Indah endingnya, dan satu lagi yang aku bisa aku lihat di film ini yaitu betapa baik suaminya mensupport dirinya dan karier istrinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika di Indonesia, seorang wanita karier pasti memiliki asisten yang membantu dirinya siang malam, namun di film ini, si wanita karier hanya dibantu satu orang asisten yang tidak bisa membantunya siang malam. Terkadang untuk urusan memasak, mencuci dan pekerjaan rumah tangga lainnya masih harus dikerjakan oleh seorang ibu, asistennya pun hanya membantu mengasuh anak-anaknya. Namun di luar negeri ada tempat penitipan anak ding hehehe.. kalau di Indonesia kan masih jarang dan sulit bukan??</p>
<p style="text-align:justify;">Dua hal itu membuatku menyadari akan kehadiran seorang ibu dalam hidup anak-anaknya. Dibalik kesibukannya, beliau masih memperhatikan anak-anaknya, menjaga anak-anaknya dan ingin membahagiakan hari-hari anak-anaknya. Namun terkadang bagi kita anak-anaknya, sering lupa akan ibu kita. Alasan sibuk pekerjaanlah yang sering kita jadikan alasan untuk tidak menyapa ibu kita bahkan mengacuhkan telphon atau smsnya. Terkadang menelephonpun  jarang, walaupun sekedar untuk menanyakan kabarnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sudahkah kita menanyakan kabar bunda kita hari ini?</p>
<p style="text-align:justify;">Bogor, 29 December 2011</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/threeas.wordpress.com/829/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/threeas.wordpress.com/829/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/threeas.wordpress.com/829/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/threeas.wordpress.com/829/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/threeas.wordpress.com/829/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/threeas.wordpress.com/829/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/threeas.wordpress.com/829/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/threeas.wordpress.com/829/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/threeas.wordpress.com/829/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/threeas.wordpress.com/829/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/threeas.wordpress.com/829/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/threeas.wordpress.com/829/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/threeas.wordpress.com/829/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/threeas.wordpress.com/829/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=threeas.wordpress.com&amp;blog=1779368&amp;post=829&amp;subd=threeas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://threeas.wordpress.com/2011/12/29/bunda-you-are-everything-for-us/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f26da4f28ef9d7a020beb6688105e61d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Threeas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Orang Asing Juga Manusia</title>
		<link>http://threeas.wordpress.com/2011/12/14/orang-asing-juga-manusia/</link>
		<comments>http://threeas.wordpress.com/2011/12/14/orang-asing-juga-manusia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Dec 2011 14:24:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>threeas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita-cerita]]></category>
		<category><![CDATA[France]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan-jalan]]></category>
		<category><![CDATA[Jogja]]></category>
		<category><![CDATA[My Family]]></category>
		<category><![CDATA[My Friends]]></category>
		<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://threeas.wordpress.com/?p=823</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari aku janjian dengan beberapa teman di sebuah mall di Jakarta, bertemu setelah sekian lama kita tidak bertemu. Berbagi cerita dan kondisi masing-masing. Tak terasa sudah waktunya makan siang, pergilah kami ke sebuah restoran di mall tersebut. Tiba-tiba saat salah satu temanku datang ke meja kami sambil tertawa terbahak-bahak. Sambil duduk dia bercerita tentang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=threeas.wordpress.com&amp;blog=1779368&amp;post=823&amp;subd=threeas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Suatu hari aku janjian dengan beberapa teman di sebuah mall di Jakarta, bertemu setelah sekian lama kita tidak bertemu. Berbagi cerita dan kondisi masing-masing. Tak terasa sudah waktunya makan siang, pergilah kami ke sebuah restoran di mall tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Tiba-tiba saat salah satu temanku datang ke meja kami sambil tertawa terbahak-bahak. Sambil duduk dia bercerita tentang sepasang orang asing yang tidak jadi pesan makanan hanya karena pelayanannya tidak bisa bahasa Inggris. Bukannya membantu, temanku itu malah tertawa. Kuhentikan makanku seketika saat mendengar cerita temanku, dan aku bertanya kepadanya orang asing yang mana yang akhirnya tidak jadi pesan. Temanku itu lalu menunjukkan sepasang orang asing yang ada di ujung restoran tersebut.<span id="more-823"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Kuhampiri sepasang orang asing tersebut kemudian dengan sopan aku bertanya baik-baik apakah mereka membutuhkan bantuan untuk memesan makanan. Lalu laki-laki asing itu bertanya padaku apakah aku bisa bahasa Inggris. Kujawab saja iya, selintas aku lihat buku travelling yang dipegang perempuan asing tersebut berbahasa Perancis. Dan dengan tersenyum aku bilang juga kalau aku bisa bahasa Perancis. Wah kaget juga mereka saat mendengar itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Akhirnya kami bertiga kembali mendatangi pelayan restoran tersebut, kemudian kami melihat daftar menu-menu makanan yang tertera di daftar menu restoran. Jika ada sesuatu yang mereka tidak tahu, mereka bertanya padaku, kemudian aku tanyakan ke pelayan tersebut lalu kembali aku jelaskan kepada kedua orang asing tersebut. Memang sedikit ribet tapi aku senang melakukannya. Setelah itu, mereka memutuskan untuk memesan beberapa makanan kemudian aku pesankan makan tersebut. Setelah semuanya terlihat beres, aku pamitan kepada kedua orang tersebut untuk melanjutkan acara makan siangku.</p>
<p style="text-align:justify;">Lalu aku kembali ke meja semula dimana beberapa teman-temanku berada. Salah satu temanku berkata dengan lantang “ya inilah sang hero hari ini”. Yang lain malah bertanya apa alasanku berbuat seperti itu, ada juga yang berkata bahwa aku bak pahlawan kesiangan dan sebagainya. Setelah komentar-komentar itu terlontar satu persatu dari mulut teman-temanku, aku hanya menjawab singkat “Aku pernah berada dalam kondisi seperti kedua orang asing tersebut dan saat itu ada seseorang yang bersedia membantuku memesankan makanan. Kini tiba saatnya aku membalas kebaikan orang yang sudah membantuku. Aku ingat saja dengan film Pay Forward”</p>
<p style="text-align:justify;">Ya aku ingat sebuah kejadian ketika  aku jalan-jalan di Italy sendirian tanpa seorang teman. Maklum temanku lagi bekerja di lab, jadi ya dia tidak bisa menemaniku jalan-jalan di kota tempat dia tinggal. Siang itu rasa lapar mulai  aku rasakan setelah berjam-jam menyusuri jalan di kota Turin. Akhirnya aku berputar-putar mencari tempat makan yang halal. Pencarian tempat makan yang halal di kota Turin tak semudah di Indonesia. Disini banyak sekali makanan yang tidak bisa aku makan. Berjalan keliling-keliling, susah sekali aku menemukan restoran Turki atau mencari kedai yang jualan Kebab. Akhirnya masuklah aku ke sebuah kedai  yang menjual pizza.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah melihat-lihat aneka macam pizza, aku mencoba bertanya-tanya mana pizza yang tidak ada pork nya. Berhubung aku tidak bisa bahasa Italy, aku bicara dengan pelayan tersebut dengan bahasa Inggris. Eh pelayannya malah ngajak ngomong pakai bahasa Italy. Mencoba menggunakan bahasa tarzan alias bahasa tubuh pun agak susah. Hingga aku pun hampir putus asa dan berniat untuk pergi saja. Namun karena sudah bener-bener lapar, aku berusaha untuk bisa mendapatkan pizza yang aku mau.</p>
<p style="text-align:justify;">Tanpa sadar, keluarlah sebuah kalimat keluhan dalam bahasa Perancis. Untunglah seseorang calon pembeli mendengar keluhanku tersebut. Orang tersebut mendekatiku dan berkata bahwa dia bisa menolongku asalkan aku berbicara dalam bahasa Perancis, karena dia ga bisa bahasa Inggris. Wah senangnya hatiku ada orang yang bisa bahasa Perancis di Italy. Akhirnya aku minta tolong dia untuk mencarikan pizza yang tidak ada Pork atau jambon. Kemudian dia menunjukkan dua jenis pizza yang aku mau. Pilihanku jatuh pada pizza vetegable, setelah itu orang Italy tersebut memesankanku sepaket pizza yang isinya pizza, coca cola dan kentang.</p>
<p style="text-align:justify;">Senangnya aku, akhirnya bisa membeli makanan itu. Setelah aku membayar, aku makan pizza tersebut di depan kios itu bersama orang Italy yang sudah membantuku. Dari beliaulah aku tahu bahwa orang Italy rata-rata lebih mengerti bahasa Perancis daripada bahasa Inggris. Jadi tak  ada salahnya jika aku tersesat atau ingin membeli sesuatu menggunakan bahasa Perancis untuk komunikasi. Bersyukur banget aku bisa menguasai salah satu bahasa di eropa.</p>
<p style="text-align:justify;">Hal itu membuatku lebih care terhadap orang asing ketika aku berada di Indonesia. Terlebih ketika ibuku mengajariku untuk mau membantu orang asing ketika mereka di Indonesia. Kisahnya ketika suatu sore ibuku melihat ada sepasang orang asing naik becak di Jogja, terlihat binggung di jalan dekat  rumahku. Ketika itu mereka tersesat dan tukang becaknya pun ga ngerti bahasa Inggris. Akhirnya tu orang asing bertanya sama sembarang orang yang lewat di depannya. Ibuku yang ketika itu sedang di depan rumah dan menyaksikan hal tersebut buru-buru memanggilku dan menyuruhku untuk mendekati sepasang orang asing dan abang tukang becak tersebut. Akhirnya aku dekati mereka dan bertanya apakah perlu bantuan. Kemudian si cowok asing bertanya padaku tentang sebuah alamat hotel. Aku jelasin saja jika dia ingin ke hotel tempat dia menginap, akan lama dan kasihan abang tukang becaknya. Aku hanya menyarankan dia untuk naik bus saja. Aku sarankan naik transJogja yang lebih enak jalurnya (padahal sebenarnya aku ga tahu kalau harus pakai angkutan lain hehehe).</p>
<p style="text-align:justify;">Aku jelaskan kepada abang tukang becak tersebut untuk mengantar sepasang orang asing yang belakangan aku ketahui mereka dari Perancis (again, ketemu lagi sama orang prancis di indonesia) ke halte bus TransJogja terdekat. Kemudian aku jelasin rute-rute yang harus dilewati sama tu orang asing. Dan tak lupa aku tuliskan di kertasnya alamat tujuan orang asing tersebut, dan kuminta untuk mereka tunjukkan saat mereka membeli tiket bus transJogja serta kepada mbak-mbak petugas yang ada di dalam bus TransJogja. Buat jaga-jaga saja kalau mereka tidak bisa menemukan orang Indonesia yang bisa bahasa Inggris saat di halte bus dan di dalam bus saat mereka mau turun dari bus.  Sebelum berpisah aku berikan no HP ku kepada sepasang orang asing tersebut dan meminta untuk menelephonku jika masih binggung bagaimana caranya untuk pulang ke hotel tempat tinggal mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika aku kembali ke rumah, aku dengar seseorang bertanya kepada ibuku kenapa ibuku mau membantu orang asing tersebut dengan menyuruhku untuk mendekati kedua orang asing tersebut, bisa saja kan ibuku diam saja toh dia tidak ditanyain sama kedua orang asing dan tukang becak tersebut. Ibuku hanya menjawab « Dua anak saya pernah tinggal di luar negeri, saya selalu membayangkan bagaimana jika anak-anak saya tersesat seperti orang tersebut. Kalau saya membantu orang asing di sini, saya berharap di negeri orang anak-anak saya ada yang bantuin  »</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin bagi sembarang orang melihat beberapa turis asing yang kebinggungan tidak mengerti bahasa Indonesia terlihat lucu, namun buatku tidak demikian. Aku pernah merasakan menjadi orang asing di negeri orang dan tidak bisa bahasa lokal. Susahnya minta ampun, walaupun aku bisa bahasa Inggris yang merupakan bahasa international namun tak semua orang bisa bahasa Inggris sama dengan orang Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;">Hidup di negeri orang telah memberiku banyak pelajaran, dari menjadi orang minoritas sampai menjadi orang asing di negeri orang. Hingga kini aku bisa menghargai kaum minoritas dan bersikap ramah terhadap orang asing. Bukan untuk sok-sokan, gaya atau ingin pamer. Namun karena aku pernah merasakan apa yang dirasakan kaum minoritas dan turis asing tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Bogor, 14 December 2011</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/threeas.wordpress.com/823/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/threeas.wordpress.com/823/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/threeas.wordpress.com/823/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/threeas.wordpress.com/823/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/threeas.wordpress.com/823/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/threeas.wordpress.com/823/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/threeas.wordpress.com/823/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/threeas.wordpress.com/823/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/threeas.wordpress.com/823/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/threeas.wordpress.com/823/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/threeas.wordpress.com/823/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/threeas.wordpress.com/823/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/threeas.wordpress.com/823/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/threeas.wordpress.com/823/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=threeas.wordpress.com&amp;blog=1779368&amp;post=823&amp;subd=threeas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://threeas.wordpress.com/2011/12/14/orang-asing-juga-manusia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f26da4f28ef9d7a020beb6688105e61d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Threeas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pilihan Hidup</title>
		<link>http://threeas.wordpress.com/2011/12/02/pilihan-hidup/</link>
		<comments>http://threeas.wordpress.com/2011/12/02/pilihan-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Dec 2011 03:52:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>threeas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita-cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[My Friends]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://threeas.wordpress.com/?p=818</guid>
		<description><![CDATA[Dalam hidup ini, akan selalu banyak persimpangan yang kita temui. Tinggal kita ingin memilih jalan yang mana yang ingin kita tempuh. Setiap pilihan pasti mengandung resiko, entah itu resiko baik ataupun buruk. Beberapa minggu yang lalu, ada dua orang teman yang menyapaku di account FB. Teman lama yang sudah tidak lama bertemu. Tiba-tiba menyapaku dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=threeas.wordpress.com&amp;blog=1779368&amp;post=818&amp;subd=threeas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam hidup ini, akan selalu banyak persimpangan yang kita temui. Tinggal kita ingin memilih jalan yang mana yang ingin kita tempuh. Setiap pilihan pasti mengandung resiko, entah itu resiko baik ataupun buruk.</p>
<p>Beberapa minggu yang lalu, ada dua orang teman yang menyapaku di account FB. Teman lama yang sudah tidak lama bertemu. Tiba-tiba menyapaku dan mengatakan “masih di Paris? Sudah married belum? Jangan ngejar karier” dan yang lain mengatakan “udah punya buntut belum”. Saat membaca pesannya, aku hanya bisa tersenyum saja dan hanya sebuah kalimat yang selalu aku tulis. Doakan saja yang terbaik.</p>
<p>Dan di hari yang sama, teman baikku menelephon sambil terisak-isak. Menceritakan kisahnya betapa hidup ini tidak adil (menurut dia ya). Ketika masih single selalu ditanyain kapan nikah, ketika sudah nikah ditanyain kapan punya anak. Sampai ada seorang yang sampai mengatakan sesuatu yang menyakitkan hatinya. Tanpa tahu kondisi yang sebenarnya orang tersebut sampai menyimpulkan bahwa sahabatku itu bukanlah istri yang baik, suka ngejar karier dan tidak mementingkan keluarga hingga akhirnya menunda-nunda untuk punya anak.<span id="more-818"></span></p>
<p>Dan pagi ini ketika aku membaca status dari Page-nya Jogjaku di FB, dimana sang moderator menuliskan bahwa ada seorang penulis bernama George Aditjondro mengatakan bahwa  &#8221;keraton Yogyakarta jangan disamakan dengan kerajaan Inggris, Keraton Yogyakarta hanya sekadar Keraton, Keraton itu ya kera ditonton.&#8221; baca disini beritanya (<a href="http://www.republika.co.id/berita/nasional/hukum/11/12/01/lvivg6-sebut-keraton-yogya-kera-george-aditjondro-harus-minta-maaf-dalam-2x24-jam">http://www.republika.co.id/berita/nasional/hukum/11/12/01/lvivg6-sebut-keraton-yogya-kera-george-aditjondro-harus-minta-maaf-dalam-2&#215;24-jam</a> ). Membuatku langsung syok dan kaget. Ingin rasanya aku marah saat aku membaca berita ini. Namun saat aku membaca ucapan dari Sri Sultan dalam menghadapi masalah tersebut, akhirnya aku hanya bisa diam dan redalah amarah itu. Kalimat yang sejuk dan menenangkan hati ini untuk sementara waktu dan berfikir untuk tidak terbawa emosi. Mungkin saja George Aditjondro hanya bercanda (walaupun becanda, namun ga pantas lah Kraton kami dilecehkan) atau bisa saja wartawannya yang salah dengar dan salah nulis.</p>
<p>Ketiga kejadian yang aku temui seminggu ini membuatku menyadari bahwa sebuah perkataan yang niatnya hanya untuk basa-basi tapi bisa berefek beda jika tidak pada tempatnya. Mencoba untuk mengatakan yang baik-baik dan berusaha menyikapi secara netral pilihan orang lain tanpa harus menghakimi pilihan seseorang.</p>
<p>Adilkah kita bilang kalau ada seseorang yang hanya ingin mencari ilmu selama dia hidup ketika masih single, namun dihakimi orang bahwa orang tsb mengejar karier? Adilkah kita mengatakan pada seorang perempuan yang belum dikarunia anak dengan mengatakan bahwa dia terlalu egois karena menunda-nunda punya anak? Adilkah Kraton Yogyakarta dikatakan sebagai Kera ditonton?</p>
<p>Sebaiknya sebelum berkata, bercerminlah pada diri sendiri dan tempatkan posisi kita berada di posisi orang tersebut. Bagaimana rasanya jika Anda dikatakan mengejar karier, sedangkan dalam hati Anda hanya ingin belajar dan menjadi orang yang bisa berguna untuk orang lain dan keluarga. Bagaimana rasanya, ketika Anda dibilang egois karena menurut orang lain Anda menunda-nunda punya anak, padahal Anda sendiri sudah berusaha untuk mendapatkan anak tanpa Anda harus konferensi press seperti artis-artis tentang usaha Anda untuk mendapatkan anak. Bagaimana rasanya ketika rumah Anda dibilang kera di tonton?</p>
<p>Berkata memang mudah namun menjaga lisan sangatlah sulit. Pilihan hidup tiap orang berbeda-beda, mungkin menurut Anda itu baik namun bisa jadi menurut orang lain itu tidak baik. Apapun pilihan hidup seseorang tidak sepantasnyalah kita menghakimi jika kita tidak pernah tahu kondisi dan jalan pikiran orang.</p>
<p>Jika ingin menyapa teman lama yang sudah lama bertemu, alangkah baiknya menanyakan kabar dan carilah bahan obrolan yang tidak terlalu privasi serta menyakitka hati orang. Pilihlah bahan obrolan yang ringan dan wajar.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/threeas.wordpress.com/818/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/threeas.wordpress.com/818/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/threeas.wordpress.com/818/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/threeas.wordpress.com/818/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/threeas.wordpress.com/818/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/threeas.wordpress.com/818/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/threeas.wordpress.com/818/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/threeas.wordpress.com/818/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/threeas.wordpress.com/818/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/threeas.wordpress.com/818/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/threeas.wordpress.com/818/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/threeas.wordpress.com/818/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/threeas.wordpress.com/818/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/threeas.wordpress.com/818/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=threeas.wordpress.com&amp;blog=1779368&amp;post=818&amp;subd=threeas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://threeas.wordpress.com/2011/12/02/pilihan-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f26da4f28ef9d7a020beb6688105e61d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Threeas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jembatanku Sayang Jembatanku Malang</title>
		<link>http://threeas.wordpress.com/2011/11/28/jembatanku-sayang-jembatanku-malang/</link>
		<comments>http://threeas.wordpress.com/2011/11/28/jembatanku-sayang-jembatanku-malang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Nov 2011 17:26:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>threeas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita-cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Iptek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://threeas.wordpress.com/?p=815</guid>
		<description><![CDATA[Sabtu sore kemarin saat di jalan, tiba-tiba sebuah message masuk ke hpku. Seorang teman di seberang sana mengirimkan berita bahwa jembatan Kutai Kertanegara atau yang terkenal dengan jembatan Tenggarong runtuh. Deg, kaget saat dengar itu. Ko bisa runtuh ya ? Awalnya aku pikir mungkin karena ada gempa, tapi rasanya aneh di daerah Kalimantan kan tidak ada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=threeas.wordpress.com&amp;blog=1779368&amp;post=815&amp;subd=threeas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://threeas.files.wordpress.com/2011/11/jembatan-kutai-kartanegara-tenggarong-2.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-816" title="Jembatan-Kutai-Kartanegara-tenggarong-2" src="http://threeas.files.wordpress.com/2011/11/jembatan-kutai-kartanegara-tenggarong-2.jpg?w=300&#038;h=198" alt="" width="300" height="198" /></a>Sabtu sore kemarin saat di jalan, tiba-tiba sebuah message masuk ke hpku. Seorang teman di seberang sana mengirimkan berita bahwa jembatan Kutai Kertanegara atau yang terkenal dengan jembatan Tenggarong runtuh. Deg, kaget saat dengar itu. Ko bisa runtuh ya ? Awalnya aku pikir mungkin karena ada gempa, tapi rasanya aneh di daerah Kalimantan kan tidak ada sesar gempa ya. Lalu karena apa ini bisa terjadi ?</p>
<p style="text-align:justify;">Akhirnya setiba di kostan, ku buka laptop dan kunyalakan televisi. Memang ada berita tentang runtuhnya jembatan Tenggarong tersebut. Bahkan di youtube sudah ada video tentang runtuhnya jembatan tersebut. Saat melihat video tersebut, kaget bercampur sedih. Di situ terlihat ada beberapa mobil dan kendaraan yang terjebak dalam runtuhan jembatan tersebut. Selain itu gelagar jembatan pun sampai runtuh dan tenggelam ke dalam sungai. Di bayanganku lalu terlintas kengerian yang terjadi pada saat runtuhnya jembatan tersebut. Apalagi yang ku dengar, saat kejadian tersebut banyak kendaraan yang melintas di jembatan tersebut.<span id="more-815"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai seseorang yang pernah belajar mengenai struktur jembatan, kejadian ini menarik buatku. Ditambah pula aku pernah melewati dan melihat sendiri indahnya jembatan ini. Tahun 2005, aku pernah mengunjungi kota itu, kota yang pernah menyimpan kenangan di masa laluku. Kota pertama yang aku kunjungi di Pulau Kalimantan. Dan jembatan terindah yang pernah aku lihat, serta struktur jembatan yang asyik untuk dijadikan pelajaran buatku.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun jembatan itu sudah runtuh sebelum aku ke sana lagi, sebelum aku sempat mendokumentasikan setiap strukturnya. Struktur jembatan yang jarang ada di Indonesia. Struktur jembatan yang menurutku sangat kompleks namun ternyata ada di Indonesia. Jembatan yang mampu meningkatkan perekonomian warga Tenggarong dan memangkas waktu untuk pergi ke Samarinda.</p>
<p style="text-align:justify;">Jembatan yang baru berumur 10 tahun itu kini sudah hancur, entahlah apakah nanti akan dibangun jembatan yang mirip atau akan diubah bentuknya. Semoga runtuhnya jembatan Tenggarong, membuat kita makin berhati-hati untuk merawat jembatan lainnya. Masih ada jembatan lainnya yang perlu diperhatikan, tidak hanya asal membangun saja namun tidak bisa merawatnya. Semoga saja kelak ada sebuah peringatan dini sebelum bangunan itu runtuh. Seharusnya sih ada, setiap bangunan pasti memperlihatkan kerusakan awal sebelum bangunan itu runtuh. Tapi entahlah ada apa dengan jembatan Tenggarong, hingga runtuhnya pun memakan korban.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika membaca status teman di FB beberapa hari yang lalu, aku sempat berfikir mungkin itu perbedaan antara arsitek dan teknik sipil. “Jika sebuah bangunan dikatakan bagus, maka yang ditanyain adalah siapakah arsiteknya. Namun jika ada sebuah bangunan rubuh, maka yang bakalan ditanyain adalah kontraktor mana yang membuat”. Padahal kesalahan belum tentu pada kontraktornya, namun bisa juga karena desainnya yang salah.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/threeas.wordpress.com/815/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/threeas.wordpress.com/815/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/threeas.wordpress.com/815/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/threeas.wordpress.com/815/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/threeas.wordpress.com/815/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/threeas.wordpress.com/815/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/threeas.wordpress.com/815/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/threeas.wordpress.com/815/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/threeas.wordpress.com/815/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/threeas.wordpress.com/815/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/threeas.wordpress.com/815/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/threeas.wordpress.com/815/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/threeas.wordpress.com/815/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/threeas.wordpress.com/815/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=threeas.wordpress.com&amp;blog=1779368&amp;post=815&amp;subd=threeas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://threeas.wordpress.com/2011/11/28/jembatanku-sayang-jembatanku-malang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f26da4f28ef9d7a020beb6688105e61d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Threeas</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://threeas.files.wordpress.com/2011/11/jembatan-kutai-kartanegara-tenggarong-2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Jembatan-Kutai-Kartanegara-tenggarong-2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sebuah Refleksi Kehidupan</title>
		<link>http://threeas.wordpress.com/2011/11/22/sebuah-refleksi-kehidupan/</link>
		<comments>http://threeas.wordpress.com/2011/11/22/sebuah-refleksi-kehidupan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Nov 2011 06:29:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>threeas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita-cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://threeas.wordpress.com/?p=811</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah kejadian yang aku alami pas weekend kemarin membuatku sering bertanya-tanya kenapa bisa terjadi semua ini. Apakah pergeseran budaya sudah terjadi di negeri ini? Negara mana yang menjadi kiblat dari semua ini? Kejadian pertama saat aku menginjakkan kaki di sebuah toko buku di Bogor. Sudah hampir setahun lebih aku tidak ke toko buku tersebut, hingga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=threeas.wordpress.com&amp;blog=1779368&amp;post=811&amp;subd=threeas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Sebuah kejadian yang aku alami pas weekend kemarin membuatku sering bertanya-tanya kenapa bisa terjadi semua ini. Apakah pergeseran budaya sudah terjadi di negeri ini? Negara mana yang menjadi kiblat dari semua ini?</p>
<p style="text-align:justify;">Kejadian pertama saat aku menginjakkan kaki di sebuah toko buku di Bogor. Sudah hampir setahun lebih aku tidak ke toko buku tersebut, hingga akhirnya kemarin aku pergi untuk membeli buku di sana. Anehnya saat aku berjalan-jalan sepanjang rak yang ada di toko buku tersebut, betapa kagetnya aku menemukan beberapa rak yang berisi buku-buku berjudul antara lain “Cara Mendidik Anak Pintar, Menjadi Orang Tua dari Anak Hebat” dan masih banyak lagi. Seakan-akan tujuan mendidik anak itu untuk menjadikan mereka anak pintar dan hebat.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-811"></span>Teringat perkataan seorang teman saat aku memberikan pujian kepada dia, betapa pintar dan hebatnya dia belajar. Orang tersebut hanya berkata “Apa definisi trias tentang hebat dan pintar itu?” Dan aku tidak mampu membalas pertanyaan yang dikemukakan orang tersebut. Ya, sebenarnya apa itu hebat, apa itu pintar. Dan kenapa semua orang tua ingin anaknya hebat dan pintar? Lalu kalau sudah hebat dan pintar, apakah anak tersebut bahagia menjalani rutinitas yang dipilihkan orang tuanya?</p>
<p style="text-align:justify;">Contoh kasus saja, ketika seorang sahabat berusaha memberikan pendidikan terbaik buat anaknya. Dia mencari sekolah yang disebut favorit dan berbasis international. Sekolah tersebut mensyaratkan masuk kelas 1 harus sudah bisa membaca, kemudian setelah sekolah selesai, anaknya diminta mengaji dengan harus menghafal beberapa surat dari Al Qu’an dan beberapa hadist. Tak pernah terbayangkan olehku, gadis sekecil itu harus bekerja keras menghafal tugas-tugasnya. Lalu kemanakah dunia kecilnya? Dunia dimana dia bisa bermain-main bebas tanpa beban tugas menghafal.</p>
<p style="text-align:justify;">Atau ketika seorang sahabat yang selalu menanyakan buku bacaan apa yang cocok untuk buah hatinya. Bahkan ini sahabat sampai-sampai membelikan ensiklopedia buat buah hatinya hanya agar kedua belah hatinya punya hobi baca buku. Saat itu yang aku sarankan hanya membelikan buku yang memang cocok dengan umurnya saja. Kegemaran membaca akan datang dengan sendiri, saat anak tersebut mengetahui betapa nikmatnya membaca buku itu, bukan sebagai kegiatan yang dipaksakan oleh orang tuanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Kejadian kedua saat di bioskop, bener-bener ini yang membuatku terheran-heran. Apakah orang tua tersebut tidak memperhatikan bahwa film “Breaking Dawn” dikhususkan untuk orang dewasa? Kenapa ada juga orang tua yang membawa anak-anak dibawah umur untuk nonton film tersebut? Alhasil, anak-anak tersebut tidak dapat menikmati film tersebut, karena di beberapa bagian dari film tersebut, matanya ditutup oleh orang tuanya. Heran saja kenapa memilih film “Breaking Dawn” buat anak-anaknya. Kenapa tidak memilih film TinTin ya? Atau film lain yang memang dikhususkan untuk keluarga dan anak-anak.</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin inilah yang orang cari, sebuah hasil tanpa harus melihat proses pembelajaran. Atau sebuah ambisi dari orang tua yang ingin anaknya terlihat hebat dan pintar? Entahlah.. Jadilah orang tua yang bijak dalam memperlakukan seorang anak. Mereka juga punya kehidupan yang tidak bisa diulang lagi. Masa kanak-kanak yang damai, indah dan berkesan janganlah digadaikan dengan sebuah obsesi dari orang tua.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/threeas.wordpress.com/811/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/threeas.wordpress.com/811/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/threeas.wordpress.com/811/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/threeas.wordpress.com/811/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/threeas.wordpress.com/811/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/threeas.wordpress.com/811/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/threeas.wordpress.com/811/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/threeas.wordpress.com/811/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/threeas.wordpress.com/811/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/threeas.wordpress.com/811/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/threeas.wordpress.com/811/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/threeas.wordpress.com/811/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/threeas.wordpress.com/811/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/threeas.wordpress.com/811/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=threeas.wordpress.com&amp;blog=1779368&amp;post=811&amp;subd=threeas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://threeas.wordpress.com/2011/11/22/sebuah-refleksi-kehidupan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f26da4f28ef9d7a020beb6688105e61d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Threeas</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
