Author Archives: threeas

Ini Cita-citaku, Apa Cita-citamu ?

Ini Cita-citaku, Apa Cita-citamu ?

Cita-cita, apa itu cita-cita ? Masih perlukah aku bertanya akan cita-citaku ? Atau pertanyaan itu hanya cukup dilontarkan untuk anak-anak kecil yang sedang beranjak dewasa ?

Terinspirasi ketika mengikuti kegiatan kelas Inspirasi, membuatku bertanya-tanya akan cita-citaku. Ehm, cita-citaku saat kecil dulu hanya ingin menjadi dokter, lalu berubah ingin menjadi insinyur. Namun ketika aku dewasa, tak satupun cita-citaku masa kecil yang terwujud. Tak pernah aku menjadi dokter ataupun insinyur. Ya iyalah, kan waktu lulus sarjana, gelarku bukan insinyur hehehe.

Read the rest of this entry

Pengalaman Terindah Hari Ini

Pengalaman Terindah Hari Ini

Pernahkah terbesit dalam pikiran kita tentang suatu sekolah yang berada di antara gedung-gedung tinggi nan megah di pusat Jakarta ? Buatku, tak pernah aku membayangkan bahwa di balik daerah padat dengan gedung-gedung tinggi itu ada sebuah sekolah dasar negeri yang sangat jauh dari apa yang aku bayangkan selama ini. Jika dibandingkan dengan Sekolah Dasar tempat aku sekolah, ya jelas berbeda banget sih. Secara ini di pusat kota Jakarta.

Hari ini aku mempunyai tugas mendokumentasikan kegiatan teman-teman mengajar di SDN daerah Karet Tengah. Dibalik tugasku itu, aku menemukan banyak hal yang selama ini belum pernah aku temukan dalam kehidupan sehari-hariku. Read the rest of this entry

Niat Saja Tidak Cukup

Niat Saja Tidak Cukup

“Niatkan untuk kebaikan dan ikhlaskan hati untuk berbagi, InsyaAllah nanti akan dimudahkan jalannya walaupun rintangan berat itu menghadang”. Kalimat sederhana yang aku dapatkan dari seorang sahabat disaat rasa hati ini bimbang untuk melangkah. Entah kenapa niat baik yang sudah tertanam di hatiku selama ini, tiba-tiba harus terhempas begitu saja. Rasanya hati ini memberontak, ingin tetap menjalankan niat itu, namun disisi lain begitu banyak guncangan dan rintangan yang menghalangiku hari ini.

Sebuah doa terselip dalam hatiku, ya Allah mudahkan kaki ini melangkah untuk sebuah kebaikan dan perubahan dalam hidupku. Beranikanlah aku memutuskan apapun itu resikonya. Entah kenapa sejak semalam hati ini bimbang memutuskan. Antar iya dan tidak, antara ikut atau ga. Read the rest of this entry

Persaingan

Persaingan

Tak dipungkiri lagi setiap manusia selalu bersaing dengan manusia lain, baik itu disadari maupun tidak. Memang bagus si ada saingan, menambah semangat dan berwarna kehidupan. Namun jika persaingan itu tidak sehat yang ada malah perasaan tersiksa dan menyakiti hati kita sendiri.

Kalau ditanya, apakah aku punya saingan dalam hidup ini. Pasti aku jawab ada. Dan dia ini tidak pernah aku bisa kalahkan dalam hal apapun sampai saat ini. Lalu apakah aku membencinya ? Tentu saja tidak. Aku tidak pernah bisa membencinya, bahkan yang ada aku malah semakin menyanyanginya. Ingin selalu membuatnya bahagia dan bangga. Siapakah dia ? Read the rest of this entry

NAPAK TILAS “EDENSOR” 2011

NAPAK TILAS “EDENSOR” 2011

Tulisan ini adalah sebuah tulisan yang aku kirimkan untuk mengikuti sebuah lomba menulis. Namun sayang tulisan ini tidak menang. Mungkin memang benar aku harus belajar menulis lagi.

 Siapapun pasti berharap suatu hari nanti bisa keliling Eropa. Benua nan jauh disana yang menawarkan segala keindahannya. Begitu pula denganku.

Tak pernah aku bayangkan sebelumnya bahwa aku akan ke Eropa. Selama ini aku hanya mampu bermimpi untuk bisa ke Eropa. Hingga sebuah kesempatan menghampiri di awal tahun 2009. Sebuah kesempatan untuk bersekolah di Perancis, akhirnya aku dapatkan. Ke Eropa aku datang bersama mimpi-mimpi ini. Mimpi keliling Eropa di musim panas, seperti cerita yang kubaca di dalam novel Edensor. Novel yang sahabatku, Fitria, rekomendasikan buatku ketika dia mengetahui impianku terbang ke Eropa.

Kupandangi novel Edensor di pesawat yang membawaku ke Perancis. Novel dengan judul “Edensor, karya Andrea Hirata”. Novel yang mampu menyemangatiku di saat aku lelah berjuang meraih impianku. Novel yang mengajariku untuk selalu bermimpi dan berusaha untuk mewujudkan impianku. Read the rest of this entry

Video Sederhana Buat Kakakku di Italy

Video Sederhana Buat Kakakku di Italy

Hari ini kutepatin janjiku membuat video khusus buat seseorang yang jauh disana. Tak pernah aku duga bahwa dia akan terharu akan video yang aku buat hanya dalam semalam. Rasanya senang, hasil karyaku bisa disukai orang.

Ini bukan kali pertama aku membuat video menggunakan sekumpulan foto-foto, udah kesekian kalinya aku buat untuk orang-orang yang aku sayangi. Bermacam-macam komentar yang aku dapatkan. Namun untuk yang kali ini terasa sangat berbeda sekali.

Video yang hanya berdurasi beberapa menit saja, ternyata mampu membuat seseorang menanggis terharu. Sebenarnya aroma itu sudah terasa saat aku mulai membuat video tersebut. Hingga berkali-kali aku harus mengeditnya agar tidak terkesan sedih.  Aku tidak mau,kakakku yang melihat video tersebut menanggis sendirian di ujung benua sana. Tapi sayangnya semua usahaku gagal, kakakku tetap menanggis. I am so sorry my sister. Read the rest of this entry

HOBI

HOBI

Menulis buatku adalah sebuah hobi, tak peduli ada yang baca ataupun tidak. Mengikuti sebuah lomba menulis adalah sebuah tantangan buatku, tak peduli mendapat hadiah ataupun tidak. Membuat buku adalah sebagian mimpi dariku yang ingin aku wujudkan kelak, entah buku ilmiah atupun hanya sekedar novel. Memotret adalah hobi baruku. Cekrak cekrek sana sini untuk dijadikan sebuah kenangan suatu hari nanti. Ataupun menjadikan sebuah foto yang mampu bercerita. Travelling adalah hobi yang kutemukan saat aku di Perancis. Yang awalnya ga berani travelling sendirian, kini malah sering melakukan travelling sendirian.  Ya itulah beberapa hobi yang aku tekuni saat ini selain membaca. Hobi yang menuntutku untuk memiliki modal yang banyak hehe. Namun ternyata dibalik semua hobiku itu, mampu membuatku peduli akan sekelilingku, tidak egois dan mampu memberiku banyak pelajaran kehidupan. Read the rest of this entry

Trip To Semarang : episode Lawang Sewu

Trip To Semarang : episode Lawang Sewu

Kali ini aku akan bercerita tentang beberapa tempat wisata di Semarang. Kebetulan weekend kemarin aku sempat mengunjungi kota ini.

Semarang merupakan ibu kota Provinsi Jawa Tengah yang terletak 465 km dari Jakarta dan 145 km dari Jogja. Di kota ini aku hanya sempat mengunjungi Lawang Sewu, Masjid Agung Jawa Tengah dan Klenteng Sam Poo Kong.

Lawang Sewu terletak di bundaran  Tugu Muda. Bangunan ini dibangun pada tahun 1904 dan selesai dibangun tahun 1907 oleh Belanda. Awalnya bangunan ini merupakan kantor dari Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS.  Read the rest of this entry

Uang

Uang

Uang memang punya banyak arti buat kehidupan, namun terkadang di suatu tempat uang itu tak bernilai walaupun banyak sekalipun.

Sore itu, di sebuah angkot di Cibinong, seorang wanita ketika akan turun dari angkot hendak membayar, namun sayang di dompetnya hanya terdapat uang lima puluh ribu rupiah. Tentu saja sopir angkot tersebut meminta uang kecil, karena biayanya hanya tiga ribu rupiah. Lalu wanita itu hanya berkata, apakah dia boleh membayar dengan uang lain. Sopir angkotnya berpikir bahwa wanita tersebut mungkin akan membayar dengan uang recehan, namun ternyata dugaannya salah. Wanita tersebut mengeluarkan uang 10 bath (mata uang Thailand) yang menurutnya setara dengan enam ribu rupiah. Glek, semua penumpang di angkot plus sopir tersebut terdiam. Ini kan Indonesia, bukan Thailand, jadi wajar jika sang sopir menolaknya dan hanya menginginkan uang tiga ribu rupiah saja. Uang bath tidak laku di sini neng, begitu kata sang sopir. Entah bagaimanacaranya, akhirnya wanita tersebut menukarkan uang limapuluh ribu rupiah ke toko dekat tempat dia berhenti. Read the rest of this entry

Pesan Bunda Kala itu

Pesan Bunda Kala itu

Saat nonton acara Kick Andy kemarin malam , aku kembali ingat pesan bundaku dulu saat awal aku mau bekerja. Beliau selalu mengingatkanku untuk tetap bekerja walaupun kelak aku menikah. Awalnya sih aku cuek aja, pikirku saat itu ya lihat nanti deh. Padahal kalau ditanya dalam hati, aku malah pengennya kaya ibuku. Di rumah, selalu menyambut anak-anaknya ketika pulang sekolah dan selalu ada saat kami butuhkan.

Kadang aku tanyakan maksud dari pesan bunda, beliau selalu bilang “Jadi perempuan itu jangan terlalu tergantung sama suami, punyailah kemampuan untuk bekal jika kelak harus mengambil alih peran ayah dalam keluarga. Bekerja dan mandirilah “. Read the rest of this entry