Monthly Archives: December 2011

Bunda, You are everything for us

Bunda, You are everything for us

Seminggu yang lalu banyak sekali status di FB yang menuliskan « Happy mother day », mengucapkan terima kasih kepada bunda kita. Namun apakah ucapan terima kasih kita diketahui bunda kita ya? Sudahkah kita menelephon bunda kita pada hari itu? Ataukah kita hanya mengucapkan terima kasih kita pada tanggal 22 Desember saja, setelah itu ya lupa deh dengan jasa-jasa bunda kita.

Sebenarnya tidak ada tradisi di keluargaku untuk memperingati hari ibu. Tidak ada kegiatan yang membebaskan bundaku dari pekerjaan sehari-hari di tanggal tersebut. Tidak ada kado ataupun sekedar ucapan terima kasih. Buat kami tanggal 22 Desember adalah hari biasa, yang tak perlu diperingati secara berlebihan. Dan bundaku pun tak pernah mengharapkan ucapan ataupun kado dari anak-anaknya.

Bisa dibilang kakak-kakakku dan aku adalah anak-anak tercuek di dunia ini. Namun bagi kami, membahagiakan bunda kami tercinta, memberinya kado ataupun perhatian bisa kami lakukan kapanpun, tak perlu nunggu hari istimewa seperti ulang tahun ataupun hari ibu. Saat kami ingin membebaskan bunda kami dari pekerjaannya, bisa kami lakukan saat kami pulang ke rumah. Saat kami ingin memberikan kado buat bunda, kami pun tak perlu nunggu saat bunda ultah ataupun hari ibu. Jika ada rejeki, kami selalu mengirimkan sesuatu kepada bunda kami. Read the rest of this entry

Orang Asing Juga Manusia

Orang Asing Juga Manusia

Suatu hari aku janjian dengan beberapa teman di sebuah mall di Jakarta, bertemu setelah sekian lama kita tidak bertemu. Berbagi cerita dan kondisi masing-masing. Tak terasa sudah waktunya makan siang, pergilah kami ke sebuah restoran di mall tersebut.

Tiba-tiba saat salah satu temanku datang ke meja kami sambil tertawa terbahak-bahak. Sambil duduk dia bercerita tentang sepasang orang asing yang tidak jadi pesan makanan hanya karena pelayanannya tidak bisa bahasa Inggris. Bukannya membantu, temanku itu malah tertawa. Kuhentikan makanku seketika saat mendengar cerita temanku, dan aku bertanya kepadanya orang asing yang mana yang akhirnya tidak jadi pesan. Temanku itu lalu menunjukkan sepasang orang asing yang ada di ujung restoran tersebut. Read the rest of this entry

Pilihan Hidup

Pilihan Hidup

Dalam hidup ini, akan selalu banyak persimpangan yang kita temui. Tinggal kita ingin memilih jalan yang mana yang ingin kita tempuh. Setiap pilihan pasti mengandung resiko, entah itu resiko baik ataupun buruk.

Beberapa minggu yang lalu, ada dua orang teman yang menyapaku di account FB. Teman lama yang sudah tidak lama bertemu. Tiba-tiba menyapaku dan mengatakan “masih di Paris? Sudah married belum? Jangan ngejar karier” dan yang lain mengatakan “udah punya buntut belum”. Saat membaca pesannya, aku hanya bisa tersenyum saja dan hanya sebuah kalimat yang selalu aku tulis. Doakan saja yang terbaik.

Dan di hari yang sama, teman baikku menelephon sambil terisak-isak. Menceritakan kisahnya betapa hidup ini tidak adil (menurut dia ya). Ketika masih single selalu ditanyain kapan nikah, ketika sudah nikah ditanyain kapan punya anak. Sampai ada seorang yang sampai mengatakan sesuatu yang menyakitkan hatinya. Tanpa tahu kondisi yang sebenarnya orang tersebut sampai menyimpulkan bahwa sahabatku itu bukanlah istri yang baik, suka ngejar karier dan tidak mementingkan keluarga hingga akhirnya menunda-nunda untuk punya anak. Read the rest of this entry