Monthly Archives: September 2010

Eropa oh Eropa

Eropa oh Eropa

Sejak buku Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi di filmkan, rasanya Perancis menjadi tidak asing buat kita. Yang dulunya terkenal karena ada film Eiffel, I am in love, makin kesini ko makin terkenal saja ya negara ini. Eiffel sebagai ikon dari kota Perancis memang telah mampu membuat orang-orang Indonesia ingin ke sini. Melihatnya dari dekat dan mungkin buat yang sedikit narsis ingin berfoto-foto di sana. Bahkan ada beberapa teman yang ingin berbulan madu di Perancis, yang katanya ni Perancis terutama Paris merupakan kota yang romantis. Read the rest of this entry

Rencana Allah Pasti Indah

Rencana Allah Pasti Indah

Sebuah email yang aku terima di tengah malam saat aku berulang tahun beberapa hari yang lalu, sempat mengusik kenyamanan yang sudah aku dapatkan disini. Tidak biasanya aku mendapat email yang berisi sebuah kalimat yang tidak aku mengerti maksud dari kata-kata tersebut. Memang aku bukan pujangga yang bisa mengerti makna dari sebuah kalimat. Entahlah apa maksud dari pengirim email itu menulis kata-kata tersebut, yang berhasil membuatku berpikir keras seperti ketika mencari tahu makna dari persamaan Newton. Read the rest of this entry

My Study in Grenoble

My Study in Grenoble

Dari kemarin selalu saja ditanyain, bagaimana kuliahnya? Walah lha ini aja belum masuk dah ditanyain terus ya hehe.. Nah sekarang baru bisa menjawabnya nih. Kuliah pertamaku adalah sangat-sangat menajubkan sekaligus membingungkan. Disini yang aku alami berbeda dengan teman-teman yang mengambil kuliah dalam bahasa Perancis sebagai bahasa pengantarnya. Karena aku masuk dalam program international yang bahasa pengantarnya bahasa Inggris jadi masalah bahasa sedikit sekali permasalahannya. Yang menjadi masalah terbesarku adalah teori-teori saat aku kuliah dulu sudah lupa hehe.. Read the rest of this entry

Selamat Jalan kakek

Selamat Jalan kakek

Dua bulan yang lalu, masih kutemukan wajah tua renta itu di Jogja. Wajah yang masih ceria dan bersemangat saat aku datangi di rumahnya. Walau badannya sudah kurus kering namun masih suka menanyakan soal pertanian padaku. Saat itu beberapa pertanyaan beliau belum bisa aku jawab, dan aku berjanji setahun lagi akan menjawab pertanyaan beliau itu. Namun ternyata belum ada setahun, aku tidak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang beliau lontarkan padaku.

Dua bulan yang lalu, kakekku menanyakan bagaiman kondisi pertanian di Perancis. Penduduk di sana bertani apa beternak. Kalau bertani, menanam apa. Trus irigasinya bagaimana. Itulah sekelumit pertanyaan-pertanyaan yang kakekku lontarkan padaku saat aku menjenguk beliau. Read the rest of this entry

Two Weeks in Europe

Two Weeks in Europe

Tak terasa dua minggu sudah melewati hari-hari ini di Perancis. Mendengar suara-suara orang ngobrol pakai bahasa Perancis yang ternyata sangat indah, melihat gedung-gedung dan bangunan-bangunan yang sangat artistic, merasakan alat transportasi yang nyaman, jalan-jalan yang tidak pernah macet, cuaca yang sangat dingin dibandingkan di Jogja atau Jakarta bahkan Bogor.

Awal-awal kedatangan disini, jujur kaget banget dengan ribetnya administrasi, ngurus logement, ngurus bank, ngurus administrasi kampus, OFII dll. Merasakan betapa mudahnya semua urusan di Indonesia. Disini apa-apa harus antri, nunggu, buat janji dulu untuk ketemuan. Jadinya memaksa kita untuk berkali-kali datang ke tempat yang sama. Rasanya ingin teriak saja setiap kali ngurus administrasi ini, kenapa ribetnya minta ampun sih. Read the rest of this entry

My first Idul Fitri in Grenoble

My first Idul Fitri in Grenoble

Untuk pertama kalinya, aku merayakan lebaran di sebuah kota kecil di Perancis yang jauh sekali dari negeri tempat aku dilahirkan. Sebuah kota yang sejauh mata memandang hanya melihat hamparan gunung dan pegunungan. Kota kecil yang sepi dari hiruk pikuk dunia, namun cocok buat belajar. Ga ada godaan yang aneh-aneh hehe..

Hari itu, Jum’at 10 September 2010 jam 5h30 waktu perancis (jam 10h30 waktu Indonesia barat), aku terjaga dari tidurku. Saat itu aku terbangun gara-gara alarmku teriak-teriak membangunkanku untuk sholat subuh, tak kusadari sedikitpun bahwa hari itu adalah lebaran. Sempat kaget karena mikir lupa sahur dan masih berpikir bahwa hari itu harus puasa. Namun saat aku melihat note di dekat laptopku, aku baru sadar bahwa hari ini ada janji dengan Mas Al dan keluarga di Chavant untuk pergi sholat Id. Read the rest of this entry