Catatan Minggu Pertama Kursus Intensif BGF 2009-2010

Tak terasa sudah seminggu kursus intensif bahasa Perancis kami lewati. Banyak kejadian, harapan, tekanan, PR, kebersamaan dan rasa pesimis yang sudah menghampiri kami. Dua guru yang menggajar kami telah membuat peraturan yang super ketat dikarenakan kursus intensif ini akan lebih awal berakhirnya dibandingkan dengan kursus intensif BGF dua tahun sebelumnya dan tahun kemarin.
Tanpa mau menyalahkan sapapun dan menggugat sapapun, akhirnya kami para BGF 2009 harus mengalami perubahan kebijakan dari kedutaan Perancis. Tahun ini kursus intensif BGF hanya akan sampai pada bulan Juni sebelum tes Delf B2. Setelah tes Delf B2, tidak ada lagi kursus intensif, itu artinya kami mempunyai waktu bebas 2 bulan sebulan berangkat ke Perancis. Untuk itulah alkhirnya guru-guru kami mulai memadatkan kursus ini dan kami harus mengikuti aturan mereka.
Bisa dibilang guru-guru kami mulai kejam dan tegas dalam mengajar kami, karena waktu kami sangat singkat sekali dan harus lulus Delf B2. Kalau tidak kami harus melupakan Perancis dan BGF. Kami sadar, mereka melakukan hal tersebut demi kebaikan kami para kandidata BGF agar bisa berangkat ke Perancis tahun depan. Kalau disini bahasa Perancisnya saja masih jelek, akan menyusahkan hidup kita nantinya di Perancis. Apalagi kalau kita mau ambil kuliah yang dalam berbahasa Perancis, wuih percaya deh hari pertama bakalan ga ngerti apa yang dibicaraiin dosen kita di depan kelas (ini mah menurut ceritanya Riza di note FB nya hehe)
Seminggu ini kami harus memulai menghafal konjugasi, latihan membaca, latihan bicara, latihan menulis dan memahami kebudayaan, kebiasaan dan sejarah tentang uni eropa. Tiap hari kosa kata kami makin menambah, kalau tidak dimulai dari sekarang menghafalnya, kami akan keteteran pada hari-hari berikutnya. Setiap harinya, kami selalu mempunyai PR, bahkan pada weekend ini saja PR nya begitu banyak. Dari yang ngerjain latihan dari buku Alterego Cahier D’activités sampai nyari tahu nergara-negara anggota Uni eropa yang meliputi jumlah penduduk, ibu kota, bahasa, nasionalite dll (semuanya kalau bisa dalam bahasa Perancis pula).
Dalam kursus intensif bahasa Perancis ini yang diutamakan adalah mengenai cara pengucapan yang harus benar, konjugasi kata kerja dan tulisan yag harus benar. Tahu sendiri kan dalam bahasa Perancis cara pengucapan dan cara menulis jauh banget berbedanya, tidak seperti bahasa German atau bahasa Indonesia. Untuk mempelajari bahasa Perancis, hilangkan bahasa Indonesia atau bahasa Inggris dari otak kita dan mulailah berfikir dalam bahasa Perancis.
Ada beberapa orang yang berfikir bahwa setelah mendapat beasiswa bisa langsung berangkat ke negara tujuan dan perjuangan itu selesai. Salah besar itu, ada beberapa beasiswa yang mensyaratkan kemampuan bahasa tertentu selain bahasa Inggris. Sebagai contoh saja, ADS, setelah EAP mereka harus tes IELTS dan apply ke Universitas. Nilai IELTS ga memenuhi syarat minimal atau ga dapat universitas, bisa jadi beasiswa kita dicabut atau ditunda keberangkatan. Untuk bisa masuk ke Perancis atau German, dibutuhkan syarat minimal Delf. Untuk perancis, minimal kita mempunyai sertifikat Delf B2. Jadi jangan pernah berfikir bahwa setelah mendapat beasiswa kita bisa santai-santai. Ga ada tu kamus santai-santai, yang ada kita akan hidup dalam tekanan target dan gaya hidup yang sangat berbeda dengan gaya hidup kita yang santai. Ingat saja, kita akan belajar di negara-negara yang menuntut kita untuk mandiri.
Seperti yang aku alami saat ini, untuk bisa pergi ke Perancis aku harus bisa mendapatkan Delf B2. Walau aku dah mendapatkan kampus dan insyaAllah tahun depan akan kuliah disana. Namun tetap saja aku harus mengikuti sesi kursus bahasa Perancis untuk bisa mendapatkan Visa student. Jangan dipikir dengan aku mengikuti kursus ini, aku bisa santai-santai. Ga ada kata santai di sini, yang ada adalah hidup dalam tekanan dan target untuk bisa ke Perancis tahun depan.
Semangat dik.. I believe you can handle it. Never give up for your dream. Say to yourself that you will come to France next year. Just only one step again sis.
@mas Adrian : yup, doain ya.. tapi denger2 cuma dapat visa france doang mas. So mas Adrian aja ya yg ke grenoble
tapi pengen ke german juga ni
jika perlu berdoa-nya pun dalam bahasa perancis.. (lebay deh)
ha berdoa dalam bahasa Perancis? yg bener aja Za… wah besuk ujian ni, ajarin dong ntar malam
Ga masalah dik, lo ga dapat visa schengen. Gw kan sudah bilang, gw yg bakalan nemuin lo di Grenoble. Sekarang belajar bahasa yang bener, tetep focus and cari triks supaya lo bisa nyaman dan enjoy belajar bahasanya. Jangan sampai lo tertekan dan merasa ini berat untuk lo lalui.