Threeas

Catatan Hati Seorang Istri

6 Comments

“Saat cinta berpaling

Saat rumah tangga dalam prahara

Saat ujian demi ujian Nya mengguncang jiwa

Kemana seorang istri harus mencari kekuatan, agar hari terus bertasbih?”

Itulah sebait kalimat yang tertulis di sampul depan buku “Catatan Hati Seorang Istri”, jadi pengen baca apa si isinya. Dan seberapa besar masalah yang dihadapi dalam rumah tangga itu. Rasa penasaran itulah yang membuatkan ingin membacanya sampai tuntas dan mencoba untuk bisa lebih mengerti kehidupan rumah tangga itu. Sebenarnya buku ini bukan koleksi pribadi si hehehe.. Dipinjami seorang teman kantor hehehe.. Someday may be I will buy this book.. Buku ini ternyata mengisahkan masalah-masalah yang memang benar-benar terjadi. Baca buku ini membuatku lebih mengerti akan sebuah kehidupan rumah tangga, setidaknya buat pelajaran bagiku. Walau terkadang setiap permasalahan di tiap-tiap keluarga pasti berbeda-beda, asalkan kita menyikapinya dengan bijaksana InsyaAllah semua ujian yang diberikan Allah akan dapat kita lalui.

Buku ini sangat bagus buat ibu-ibu muda, perempuan baik yang masih single maupun yang mau menikah. Bukan berarti mau menakut-nakuti tapi setidaknya buku ini mengajak kita berpikir sanggupkah kita menghadapi semua ujian yang diberikan Allah pada kita. Ikhlaskah kita saat orang tercinta di ambil Allah? Siapkah kita jika cinta lepas dari genggaman? Tapi setidaknya kita harus yakin bahwa ujian itu Allah gilirkan pada tiap-tiap hamba Nya. Kesiapan menghadapi apapun takdir-Nya, sungguh bukan perkara mudah.

Akhir-akhir ini pun aku sempat dibuat binggung dan ga ngerti kenapa ada seorang ibu yang tega membunuh anak kandungnya. Contohnya seorang ibu di Bandung yang membunuh anaknya hanya karena takut ga bisa memberikan penghidupan yang layak. Kemudian kejadian di Jawa Timur dimana seorang ibu tega membunuh anak-anaknya. Apakah materi menjadi sebuah target dalam kehidupan rumah tangga? Apa yang dimaksud dengan hidup layak? Bukankah masih ada Allah, yang akan mencukupkan kebutuhan kita? Kenapa mereka ga percaya bahwa Allah pasti membantu kita? Gara-gara kejadian itulah, aku makin sadar betapa aku sangat membutuhkan Mu Allah. Membutuhkan ridhoMu untuk mengapai impianku. Membutuhkan-Mu untuk membantuku menghadapi semua cobaan yang Engkau berikan. Membutuhkan-Mu sebagai tempat aku menggadu, melepaskan semua beban yang aku hadapi.

Ada beberapa kisah yang membuat aku tersentuh untuk mambahasnya, setidaknya sangatlah menguncang hati dan pikiraku.

Cerita pertama mengenai kisah seorang perempuan cantik dan pintar. Sebuah cerita yang sangat menyentuhku adalah cerita mengenai seorang istri yang cantik, pintar (karena dia menjadi dosen dan sering memberi ceramah di seminar), mampu memenej rumah tangganya. Dengan segala kesibukannya yang menggunung, perempuan itu tak pernah menelantarkan keluarganya. Suami dan anak-anaknya senantiasa nomor satu.selain itu perempuan ini sanggup menggurus dirinya. Kecantikannya tidak pernah berkurang, malah semakin bercahaya seiring umur yang bertambah. Perempuan ini kemana-mana pergi tanpa make up, namun keindahannya semakin mempesona. Selain itu perempuan ini sanggup menjaga diri dan menepis gosip tentang rumah tangganya. Saat suaminya mulai sakit-sakitan, dia dengan cepat mengambil alih tanggungjawab ekonomi keluarga. Mulai dari kebutuhan sehari-hari sampai biaya sekolah anak-anak, bahkan ongkos pengobatan sang suami yang menghabiskan dana dalam jumlah besar. Ehm tak terlihat kesombongan di wajah cantiknya. Sosok cantik itu tetap santun dan tak banyak bicara. Meladeni suami dan anak-anak seperti hari-hari sebelumnya. Menunaikan tugas-tugasnya di depan publik tanpa keluh kesah sama sekali. Tanpa ungkapan rasa letih, karena sang suami yang lima tahun terakhir ini nyaris tak mampu bekerja untuk keluarga, disebabkan penyakit yang dideritanya. Pastilah lelaki itu demikian baik dan bakti terhadap keluarga, hingga istrinya mencintai dan membela keluarga mereka sedemikian rupa. Tapi ternyata salah, suaminya seringkali main perempuan di belakang dia. Dari pertama nikah. Tingkahnya benar-benar bikin makan hati. Keluarga besar perempuan tersebut sempat menyuruh cerai, tapi sang istri memang luar biasa sabar. Perempuan yang telah menjaga kehormatan suaminya, bahakan dia atas begitu banyak luka, yang telah ditorehkan lelaki itu padanya. Ya Allah betapa cantik hatinya.

Ya Allah sabar sekali ibu ini, tidak ada sedikitpun dendam, sakit hati ataupun kesal dengan suami. Dia masih saja mau merawat suaminya walaupun dia pernah (bahkan mungkin sering kali) disakiti. Masih ada juga makhluk Allah yang sangat sabar dan ikhlas. Berkatilah istri yang setia ini ya Allah. Satu hal yang membuat aku bertanya-tanya, masih kurang apa si wanita ini hingga suaminya nyari perempuan lain? Apakah dia ga sadar kalau perbuatannya itu menyakiti hati istrinya? Sekeping hati yang cantik, baik, pintar, sadar dan tahu kodratnya sebagai ibu rumah tangga, setia. Kenapa mesti disia-siakan? Bukannya susah mencari sosok wanita seperti itu? Aku ga ngerti dengan pikiran para lelaki itu. Apa si yang mereka cari?

Cerita kedua : Apakah dia merasa putus asa ketika mengetahui bahwa gaji suaminya yang masih kuliah itu hanya 200 ribu sebulan? Apakah dia putus asa ketika mereka harus berpindah-pindah kontrakan dari satu rumah mungil ke rumah mungil yang lain? Apakah perempuan itu mengeluh, ketika berbulan-bulan hanya makan tempe dan sayur, yang masing-masing dibeli seribu rupiah di warung, ketika suami tak bekerja cukup lama? Jawabannya tidak. Wajah perempuan ini selalu terlihat cerah, seolah permasalahan ekonomi yang menerpa keluarga kecil mereka, tak berarti apa-apa. Perempuan ini tidak tidak putus asa, sedikitpun tidak menyesal telah menikah dengan lelaki pilihannya. Lelaki yang dia cintai karena kecerdasan dan kegigihannya. Lelaki yang amat dia hormati, yang dia tahu selalu berupaya sungguh-sungguh untuk membahagiakan keluarga mereka. Hidup baginya adalah rentetan ucapan syukur kepada yang kuasa, dari waktu ke waktu. Seiring kehidupan yang mulai membaik, perempuan itu tak lagi mengerjakan semua sendirian. Lalu datanglah anugerah bagi sang istri. Lembaga tempat dia bekerja paruh waktu, menawarkan program training ke luar negeri. Awalnya sang istri ragu, sebab dia khawatir meninggalkan anak-anaknua selama beberapa pekan. Tetapi lelaki yang dicintainya memberikan support dan mendorongnya untuk pergi. Dengan setengah hati perempuan ini meninggalkan keluarganya. Masa-masa berjauhan dilaluinya dengan rindu yang menyiksa, dan perasaan berat karena selalu terbayang anak-anak. Perempuan itu sungguh tak percaya, ketika mendengarkan ibu mertuanya menangis tersedu-sedu menjelaskan apa yang terjadi. Dunia bahagia yang selama ini dibangunnya seakan runtuh. Apalagi ketika mengetahui gadis cantik yang membuat suaminya jatuh hati adalah baby sister yang mereka sewa. Hati perempuan itu terlanjur hancur. Harapan-harapan yang dibangunnya seakan mengguap. Suaminya berpaling. Lelaki yang telah membuatnya merasa seperti seorang putri, jatuh cinta lagi. Peristiwa itu seoalh membekukan semua kehangatan dan keceriaannya sebagai seorang istri. Sang suami tak memaksa. Menjalani saja kehidupan apa adanya. Anak-anak lebih penting. Akhirnya perempuan itu mendapatkan kepercayaan diri yang sempat hancur ketika menyadari sosok perempuan yang telah merebut hati suaminya, tak hanya lebih cantik tapi juga jauh lebih muda. Perlahan dia mencoba melupakan yang terjadi. Padahal dunia sempat terasa berhenti baginya. Pasangan ini memutuskan untuk tidak bercerai. Karena ada hati-hati kecil yang harus dijaga. Setiap meengingat mereka, maka luka-luka lain menjadi kalah penting. Kebahagiaannya sempat runtuh, tapi kebahagiaan ketiga anaknya tidak.

Apakah semudah itu para lelaki melupakan jasa baik seorang wanita? Apakah mereka ga menyadari siapa yang ada disisi mereka saat mereka ga ada apa-apanya? Disaat mereka ga punya apa-apa? Apakah lelaki itu sudah melupakan jasa seorang perempuan yang telah mendampinginy dan menerimanya disaat susah? Semudah itukah lelaki melupakan kebaikan seorang istri setelah dia mempunyai semuanya? Bukankah dibalik keberhasilan seorang pria akan selalu ada seorang wanita yang sangat baik dan lembut hatinya yang selalu mendorong dia?

Satu kisah dari seorang ibu yang sedang belajar di luar negeri yang sanggup membuatku terdiam. Perempuan ini bercerita bahwa suaminya sudah mengkhianati dirinya dengan wanita lain. Dimana suaminya telah berjanji akan menikahi perempuan lain. Ya Allah disaat perempuan itu berjuang keras belajar di negeri orang, jauh dari keluarga, dengan bertumpuknya tugas-tugas yang harus dia kerjakan, ga ada tempat mengadu selain Allah, ga ada sahabat yang menguatkan dirinya. Kenapa cobaan itu mesti terjadi? Kenapa Allah memberikan perempuan itu cobaan? Padahal suaminya lah yang mendorong sang istri ini untuk berangkat belajar di luar negeri. Yang membuat aku salut wanita ini masih ingat Allah. Dia curahkan semua kesedihannya dalam sujud-sujud shalat malam dan mengaji. Sambil berharap dengan mendekatkan kepada Allah, agar saat pulang nanti dia kuat menerima apapun bentuk penyambutannya. Bahkan jika suaminya memutuskan untuk menikahi gadis itu.

Begitu banyak ilmu yang aku dapatkan dari buku ini. Terlepas dari semuanya yang bercerita sedih dan sempat membuatku menanggis dan kagum akan semangat para perempuan ini. Buku ini memberiku sedikit pencerahan, dan jawaban-jawaban atas semua pertanyaan yang selalu hadir dalam pikiranku. Aku mulai mengerti arti cinta yang sebenarnya. Aku yakin tidak semua laki-laki di dunia ini seperti yang diceritakan dalam buku ini. Tapi buku ini membuatku sedikit bisa berdiri tegak, bahwa kita sebagai perempuan tidak boleh tergantung pada para lelaki ataupun suami kita. Kadang kemandirian, kedewasaan, bijaksana, ikhlas, dan kelembutan hati sangat diperlukan.

Dengan membaca buku ini aku bisa menentukan langkah-langkah dan keputusanku mengenai sekolah ke luar negeri. Bukannya takut akan mengalami hal seperti yang diceritakan dalam buku ini, tapi setidaknya hal ini akan menjadi pertimbanganku kelak. Aku yakin di dunia ini masih ada ko laki-laki yang baik. Seperti dalam buku “my princess Olga”, sang suami tidak selingkuh atau mengkhianti kepercayaan sang istri yang lagi traning di Amerika selama 6 bulan. Mereka saling mendukung karier masing-masing. Ada temanku juga yang tidak merasa terbebani saat istrinya kuliah S2 di luar negeri, bahkan yang aku dengar sekarang mereka sudah berkumpul di German setelah hampir 1 tahun terpisah. Aku pikir semua balik lagi dengan komitmen dan tujuan menikah. Apakah menikah itu karena Allah dan ingin menyempurnakan setengah dien agama atau karena alasan lain.

Thanks for Ika, atas pinjaman buku ini. Makasi banget dah membuka wawasan aku tentang dunia rumah tangga. Makasi atas diskusi-diskusinya. Buat kalian para wanita, mulailah menuliskan semua kejadian yang kalian alami, kalau punya masalah ceritalah pada sahabat kalian. Jangan kalian pendam, jangan sakiti anak-anak kalian. Tugas seorang ibu sangatlah susah, jadi aku mohon jaga anak-anak kalian ya… Buat bunda di rumah, terimakasih atas pelajaran-pelajarn kehidupan selama ini… Miss u mom..

About these ads

6 thoughts on “Catatan Hati Seorang Istri

  1. Alhamdulillah karena buku yg aku beli bisa bermanfaat buat orang lain.
    wah….keduluan nih buat resensi buku ini. Tapi gak apa2 malah mau terima kasih karena sempet buat resensinya.
    Sekarang mba mungkin paham mengapa aku agak berat sekolah ke luar negeri sendiri. Walaupun aku tau suamiku bukan tipe suami genit. Tapi yang namanya godaan itu pasti ada sajakan =). Terkadang tidak diduga2.

  2. aku adalah seorang gadis 20 tahun,hati luka tapi aku tak bisa berbuat apa2,pacarku masih punya hubungan dengan mantannya,rasanya aku ingin pergi meninggalkan dia dan melupakan dia,tapi aku tidak bisa karna aku mempunyai anak dari dia,sangat berat buat aku,aku tidak bisa egois,anakku butuh dia,apa jalan yg terbaik buat aku dan anak aku,kita belum menikah,dan aku juga tidak mau menikah dengan dia,

  3. bingung ya isi hati laki2 itu

  4. hmmm… kisah di novel itu tidak jauh berbeda dengan apa yang aku alami… menyakitkan… :(

  5. aku sangat prihatin kl ada istri yg sangat setia ..tp suami nya seperti dlm buku itu …. apa yg ibu perbuat hanya Tuhan yg tau ….. amien

  6. Suami aku mutusin aku dengan segala hobiku,,,,membaca,berkreasi handmade,dan sesekali JJS ke mall buat referensi model baju terbaru (bukan shopping y),dan selalu menghalangi agar aku gak pernah bisa buka usaha (usaha kecil2 an dirumah).
    hufff…kenapa sudah nikah malah dipaksa jadi orang lain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 37 other followers