Kisah dari seorang sahabat
December 28, 2007
Leave a comment
Sudah mendekati tahun 2008, sebentar lagi akan kutinggalkan tahun 2007 yang penuh dengan pengalaman yang sangat berarti buatku. Yang telah mendewasakan cara berpikirku dan cara aku menyikapi hidup ini. Satu jalan sudah kupilih dan ingin aku lanjutkan tahun depan. Ya Allah ijinkan aku untuk bisa memaafkan seseorang dan melupakan semua perkataannya yang masih saja mengganjal dalam hati ini. Dan bantu aku untuk bisa menempuh perjalanan panjang di dunia ini.
Liburan akhir tahun ini telah memberikan aku banyak pelajaran tentang hidup dan kehidupan. Saat aku datang ke rumah seorang teman sekaligus sahabatku, tak pernah sedikitpun terbayang dibenakku rumah yang sangat2 sederhana. Rumah khas orang kampung yang hanya berdindingkan anyaman bambu. Bahkan lantainya pun masih ada yang berasal dari tanah. Tapi sahabatku itu tetaplah seorang yang rendah hati, baik dan selalu ingin maju. Tak ada sedikitpun tersirat di wajahnya rasa minder, yang bisa kulihat hanyalah pancaran sinar yang ingin mengubah nasibnya. Sahabatku itu adalah anak ke 4 dari 7 bersaudara, dan dia lah anak laki-laki tertua di keluarganya. Tiga kakaknya cewek dan sudah menikah semua. Tinggal dia dan ketiga adiknya yang belum menikah. Jujur aku salut banget dengan sahabatku itu, di tenggah masalah2 yang dihadapinya dia ga pernah mengeluh tentang materi. Sedangkan orang lain yang masalahnya hanya kecil (menurutku lho hehehe) selalu membesar-besarkan masalahnya sehingga orang lain yang seharusnya ga perlu tahu pun akhirnya tahu. Begitu sabarnya sahabatku itu menjalani hidupnya, bahkan yang bisa kulihat diwajahnya adalah kecerian bukan kesusahan ataupun kesedihan. Rasanya aku iri dengan sahabatku itu, kenapa dia bisa menjalani hidup ini dengan bahagia sedangkan aku blom bisa seperti dia. Pengen banget bisa seperti kamu sahabat…
Categories: Curhat