Archive

Archive for December 10, 2007

Celoteh hari ini

December 10, 2007 Threeas 4 comments

Kadang hidup berjalan tidak seperti yang kita inginkan. Kehidupan itu berliku-liku, kadang naik kadang turun. Kadang sedih dan kadang bahagia. Masihkan impian itu akan terwujud? Haruskah aku menunggu? Haruskah aku melepaskan impian itu? Dan membuangnya ke dalam hati yang paling dalam serta tidak membukanya. Masih pantaskah aku berharap bisa mewujudkan impianku? Itulah sebagian pertanyaan yang selalu datang padaku setiap malamnya. Kalau saja tidak ada impian bunda yang selalu aku ingat dan pengen aku wujudkan mungkin aku dah putus asa. Bahkan mencoba membangun impian lain. Sebuah mimpi bundaku yang selalu menyemangatiku disaat aku lelah berjalan dan berharap. Dan hanya Allah yang mampu mewujudkan. InsyaAllah niat yang baik akan diridhoi Allah..

Read more…

Categories: Curhat

Luka

December 10, 2007 Threeas 8 comments

Oleh Didi Tarmadi

Dedicated to my friend…….

don’t be sad…..

Kabut di halaman belakang rumah masih tampak berjelaga bahkan semakin tebal bersama untaian gelap merangkai malam yang semakin menua. Malam yang dihiasi bintang bekelip manja jauh di muka cakrawala yang tampak seperti kilau-kilau embun di ujung daun yang tertimpa cahaya matahari pagi. Malam berselimut angin berhempas pelan bersama suara jengkrik dan belalang yang terdengar nyaring. Sebuah irama malam yang terdengar natural tanpa polesan. Ada lagi, bunga adenium yang berwarna putih diatas keramba juga tampak berkilau tertimpa cahaya rembulan penuh, sesekali bunga itu bergoyang pelan dihempas angin dari sela daun ceri yang tumbuh rapat di samping pagar. Disampingnya ada setangkai pohon mawar yang juga tampak sedang berbunga. Hanya satu bunga berwarna merah menyala. Dua warna kontras di samar malam yang kadang bersentuhan saat angin menyapa lembut. Saat keduanya bersentuhan, kelembutan dan kemesraan tiba-tiba menyelinap mengisi ruang hati yang galau. Tak ada gesekan berlebihan, tak ada koyakan dikelopak bunga, tak ada luka yang tergores. Luka yang kerap datang menoreh cermin hati, goresan-goresan panjang mengangga yang nyata tidak mudah untuk dihapus bahkan bekasnya masih saja ada. Luka karena cabikan-cabikan yang boleh jadi tidak sengaja digoreskan atau luka karena torehan takdir. Apapun penyebabnya luka tetaplah luka. Perih dan pedih. Dan siapapun tentunya berharap luka itu jangan lagi mendekat.

Read more…

Categories: Cerita-cerita